Connect with us

Nasional

Ini alasan Setya Novanto Mangkir Dari panggilan KPK

Published

on

Tersangka E-KTP, Setya Novanto

Jakarta-Geosiar.com, Ketua Dewan perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, mangkir dari pemeriksaan KPK hari ini, Rabu, 15 November 2017, dengan alasan sedang bertugas sebagai pimpinan DPR. Pemanggilan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP.

Agenda Setya Novanto hari ini adalah menyampaikan pidato pembukaan masa persidangan ke-II Tahun Sidang 2017-2018 di rapat paripurna DPR.

Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Agus Hermanto. Di samping pimpinan sidang, duduk Setya Novanto dan Wakil DPR Fahri Hamzah. Ketiganya datang sekitar pukul 10.30 WIB.

Ketua Golkar tersebut irit berbicara saat dikejar awak media selepas rapat paripurna. Novanto hanya mengatakan akan menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait uji materi Undang-Undang tentang KPK yang dia ajukan.

“Saya kan ajukan ke MK, kami tunggu aja, hormati MK,” kata Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 November 2017.

Novanto juga beralasan tidak bisa hadir karena dijadwalkan memimpin rapat pimpinan DPR. “Ini rapim penting karena program-program awal harus kami lakukan. Tugas-tugas negara harus kami selesaikan,” ujarnya.

Rencananya KPK akan memeriksa Novanto pada hari ini. Lembaga antirasuah itu telah mengirimkan surat pemanggilan kepada Ketua Umum Partai Golkar pada pekan lalu.Pada hari yang sama, DPR akan menggelar sidang paripurna setelah masa reses.

Sebelumnya, Novanto juga mangkir saat akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo dalam kasus korupsi yang sama. Setya Novanto beralasan pemanggilan KPK harus melalui izin Presiden.

Ini kali kedua Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus e-KTP. Penetapan dilakukan pada Jumat, 10 November 2017.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada 17 Juli 2017. Namun, status tersangka itu gugur karena putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan gugatan Setya Novanto pada 29 September 2017. (Tpo/R2)