Connect with us

Nasional

Ini Profil Nurtanio, Nama Yang Diberikan presiden Untuk Pesawat N-219

Published

on

Pesawat N-212 saat uji coba penerbangan

Jakarta-Geosiar.com, Presiden Joko Widodo memberikan nama Nurtanio untuk pesawat jenis N-219 hasil pengembangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dan PT Dirgantara Indonesia di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (10/11).

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan pesawat N219 sebagai pesawat Nurtanio,” ucap Jokowi.

Dalam kata sambutan saat meresmikan pesawat tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan secara singkat siapa Nurtanio. Jokowi menyebut seluruh hidup Nurtanio didharmabaktikan untuk kedirgantaraan Indonesia.

“Laksamana Muda Udara Anumerta Nurtanio Pringgoadisuryo adalah patriot bangsa yang berjuang tanpa pamrih,” kata Presiden Jokowi.

Nurtanio merupakan sosok perintis industri pesawat terbang Indonesia. Ia pembuat pesawat pertama “all metal” dan “fighter” Indonesia bernama Sikumbang. Menyusul kemudian karyanya yang lain Kunang Kunang (mesin vw)
dan Belalang serta Gelatik sampai dengan mempersiapkan produksi F-27.

Nurtanio meninggal pada tanggal 21 Maret 1966 ketika berumur 42 tahun. Nurtanio meninggal ketika memiloti pesawat Arev (Api Revolusi) dari rongsokan Aero 45 buatan Cekoslovakia (sekarang Republik Ceko dan Slovakia). Mesin pesawat yang dikemudikan Nurtanio mengalami kerusakan dan menabrak sebuah toko saat harus mendarat darurat di lapangan Tegallega, Bandung.

Sosok kelahiran Kandangan, Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923 itu namanya mulai dikenal bersama Wiweko Soepono, sebagai perintis industri penerbangan Indonesia.

Atas jasa-jasa didunia dirgantara Indonesia, Presiden Joko Widodo kemudian mengabadikan namanya sebagai nama pesawat jenis N-219

Jenis N219 ini disebut-sebut menjadi ikon baru dalam pengembangan mandiri pesawat terbang nasional. Alasannya, pesawat Nurtanio ini menjadi tanda kebangkitan kembali industri dirgantara nasional pascaseri pesawat N250.

N219 dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah perintis serta menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Para pengembangnya pun merupakan anak bangsa tanpa bantuan dan teknisi dari asing.

Dengan adanya pengembangan pesawat ini, diharapkan mampu mendorong tumbuhnya UKM dirgantara yang menyuplai kebutuhan produksi. Jokowi berharap N-219 dapat dopasarkan dan dikomersilkan sehingga dapat membantu perkembangan industri dirgantara Indonesia. (Rpb/R2)