Connect with us

Nasional

Marak Penolakan Ceramah, Menag Minta Semua Pihak Tahan Diri

Published

on

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Jakarta-Geosiar.com, Menanggapi maraknya penolakan berceramah diberbagai tempat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta semua pihak menanhan diri. Menag menilai seluruh umat islam mempunyai hak yang sama untuk berceramah, sepanjang isi ceramah tidak provokatif, tidak mengandung caci-maki, dan tidak menimbulkan konflik atau perpecahan.

“Kecuali kalau lalu kemudian ceramah-ceramah itu terbukti misalnya melanggar ketentuan, isinya provokasi, isinya memecah umat, baru lah kita membawanya ke proses hukum agar persoalan-persoalan itu diselesaikan secara hukum,” ucap Lukman, Selasa (7/11/2017).

Ceramah merupakan hal yang diperlukan oleh umat Islam. karenanya, Lukman meminta semua pihak memberi kebebasan yang cukup bagi siapapun untuk mengadakan atau melakukan ceramah-ceramah keagamaan.

Lukman meminta semua golongan untuk tidak main hakim sendiri dalam menolak ceramah-ceramah yang diduga profokatif tersebut, apalagi dengan mengerahkan massa yang besar. Menurutnya tindakan seperti itu dapat memecah persatuan umat Islam.

“Karena semuanya itu tentu akan sangat rawan sekali ditunggangi atau disusupi oleh pihak-pihak yang justru berkepentingan dengan perpecahan di internal umat,” kata Lukman.

“Jadi tentu saya berharap kita semua menahan diri. Jadi masing-masing kita harus lebih mengedepankan bahwa sesungguhnya semua kita punya hak yang sama untuk menyampaikan ceramah-ceramah,” ujarnya.

Sebelumnya pada Sabtu (4/11) lalu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bangil dan sejumlah organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) lain yang menolak kedatangan Felix Siauw di Masjid Manarul Gempeng, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Ansor menilai Felix Siauw menyebarkan ajaran Khilafah yang bertentangan dengan Pancasila. Penolakan ini mendapat perhatian MUI yang menilai sikap Ansor berlebihan. (Rpb/R2)