Connect with us

Dunia

Bahas Isu Terorisme, Imam Besar Al-Azhar Jumpai Paus Fransiskus

Published

on

Ahmed al-Tayeb dan Paus Fransiskus

Roma-Geosiar.com, Imam Besar Masjid Al-Azhar di Mesir, Ahmed al-Tayeb, bertemu dengan pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, di Vatikan. Al-Tayeb berjumpa dengan Paus Fransiskus untuk membahas kerja sama yang lebih besar dalam memerangi terorisme.

Pertemuan antar tokoh agama dunia tersebut berlangsung tertutup di Vatican City pada Selasa (7/11) waktu setempat. Sebelumnya Paus Fransiskus mengunjungi telah mengunjungi Mesir untuk bertemu Tayeb. Paus fransiskus menjadi paus pertama yang mengunjungi markas besar institusi Tayeb di Mesir.

Usai pertemuan keduanya, Al-Tayeb menyatakan Islam juga menjadi korban terorisme. Islam tengah menghadapi “perang melawan dirinya sendiri,” tegas Tayeb.

“Ini merupakan kanker yang telah menyebar ke belahan dunia lainnya,” ujar Al-Tayeb soal terorisme.

“(Al-Azhar) Menawarkan sumber dayanya dan kontribusi lebih besar untuk kolaborasi permanen yang bertujuan mencari solusi untuk terorisme,” imbuhnya dalam pertemuan yang digelar oleh Sant’Egidio, komunitas Kristen yang secara resmi diakui oleh Vatikan.

Dijumpai dalam forum berbeda, Tayeb membocorkan isi pertemuannya dengan Paus Fransiskus.

“Kami membahas sejumlah isu yang menyiksa dunia dan kami berupaya untuk … mencari cara bersama-sama untuk mengurangi penderitaan mereka yang miskin dan tidak beruntung,” tuturnya.

Tayeb juga memuji Paus Fransiskus sebagai sosok yang ‘hatinya dipenuhi kasih sayang dan keinginan agar kemanusiaan diuntungkan dari pertukaran antarbudaya’. Tayeb memandang perlunya dialog antar agama, untuk menjaga perdamaian dunia.

“Saya ingin menyatakan perlunya dialog antar agama, antara tokoh-tokoh bijak, atau kita berisiko kembali ke masa kekerasan dan kegelapan,” ucapnya.

“Seabad terakhir ini menjadi saksi dua perang dunia yang menewaskan lebih dari 70 juta orang dan perang lainnya yang terjadi setelahnya, menunjukkan betapa absurdnya perang itu dan tidak seharusnya setetes darah tertumpah,” tandas Al-Tayeb. (Dtk/R2)