Connect with us

Nasional

Mendikbud Bentuk Tim Cyber Selidiki Video Pemukulan Murid

Published

on

Mendikbud, Muhadjir Effendy

Jakarta-Geosiar.com, Viralnya video kekerasan pemukulan murid ditanggapi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan membentuk tim cyber. Pembentukan Tim Cyber menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk melacak awal mula video yang merekam aksi tersebut.

Muhadjir juga menilai video berdurasi 37 detik yang menggambarkan aksi pemukulan terhadap seorang siswa di dalam kelas diduga bukan dilakukan oleh guru.

“Pokoknya banyak versi (awal mula video). Sekarang mau kami kumpulkan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah biasa ditemukan. Dugaan kuat bukan guru,” ujar Muhadjir di Kompleks Kemendikbud, Jakarta, Senin

Dalam video tersebut merekam aksi pemukulan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dewasa, yang sebelumnya disangka seorang guru, kepada seorang siswa di dalam kelas. Selain dipukuli, siswa itu juga ditendang tanpa ampun di hadapan siswa lainnya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menegaskan video kekerasan tersebut bukanlah kasu kekerasan yang terjadi di SMPN 10 Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Sebab, kasus kekerasan di Pangkal Pinang terjadi satu bulan yang lalu dan semua yang terlibat telah berdamai.

Muhadjir meminta beredarnya video terebut tidak digenelisir menggambarkan keadaan umum sekolah di Indonesia. “Kejadian ini (video kekerasan) sifatnya kasuistis, jadi tidak bisa disebut secara umum kondisi sekolah kita seperti ini,” kata dia menegaskan.

Lingkungan sekolah dan dinas pendidikan telah memiliki peraturan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan kepada siswa. Oleh karenanya, Muhadjir meminta masyarakat dan pemerintah untuk sama-sama mengawasi dan memiliki rasa peduli, simpati, dan proaktif jika menemukan bentuk kekerasan di lingkungan sekolah. (Rpb/R2)