Connect with us

Selebritis

Georgia Bantah Kanker Aldi Sebagai Penyebab Perceraian

Published

on

Georgia menggugat cerai suami, Aldi Taher ditengah kondisinya yang tengah hamil 3 bulan

Jakarta-GeoSiar.com, Georgia Aisyah telah mengajukan gugatan cerai pada Aldi Taher di Pengadilan Agama pada Jumat (20/10/2017) silam. Rencananya, sidang perdana perceraian mereka akan berlangsung pada Senin (20/11/2017) mendatang.

Aldi Taher, digugat cerai sang istri, Georgia Aisyah setelah tiga tahun melalui pasang surut pernikahan. Tentunya hal itu cukup mengejutkan, terlebih lagi pernikahan mereka baru berjalan tiga tahun.

Aldy Taher diketahui bertunangan dengan dokter gigi, Georgia Aisyah pada 17 Mei 2014 dan menikah secara resmi pada 25 Oktober 2014 dalam pesta pernikahan yang berlangsung tertutup.

Dari pernikahan dengan dokter gigi itu, Aldi Taher dikaruniai seorang anak bernama Geraldine Nur Ardiansyah pada 18 November 2015.

Menanggapi perceraiannya, Georgia tak ingin dianggap meninggalkan Aldi karena penyakit kankernya. Georgia mengaku bahwa sebenarnya hubungan ketidak harmonisannya dengan Aldi sudah berlangsung lama jauh sebelum Aldi dinyatakan mengidap sakit kanker.

Sambil berusaha menahan tangisnya, Georgia pun menekankan bahwa alasan dirinya mengajukan gugatan cerai tak ada hubungannya sama sekali dengan penyakit kanker kelenjar getah bening yang pernah diidap Aldi.

“Perlu digaris bawahi, bahwa ketidakcocokan dan ketidakharmonisan rumah tangga saya dengan Aldi Taher sudah terjadi sebelum Aldi divonis sakit kanker kelenjar getah bening,” terangnya.

Ironisnya, Georgia Aisyah menggugat cerai Aldi Taher dalam keadaan hamil tiga bulan. Ini merupakan anak kedua bagi Aldi-Georgia sejak tiga tahun menikah.

“Saya dan Aldi telah dikaruniai seorang anak perempuan. Dan saat ini saya dalam keadaan hamil atau mengandung janin yang berusia 12 minggu,” terang Georgia Aisyah, saat menggelar konferensi pers di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/11/2017).

Walaupun Georgia tahu bahwa Aldi harus berjuang melawan penyakit kankernya seorang diri dan ia harus berjuang melahirkan seorang diri ketika putusan pengadilan mengabulkan gugatan cerainya, ia tak mampu berbuat apapun selain menangisi keadaan rumah tangganya yang tak dapat diselamatkan.(Btgslb/r1)