Connect with us

Dunia

China-Vietnam Sepakati Permasalahan Pengelolaan Laut Cina Selatan

Published

on

Denah Laut China Selatan

Beijing-Geosiar.com, Perundingan persahabatan antara China dan vietnam menghasilkan kesepakatan perihal dalam mengelola perselisihan mereka di Laut Cina Selatan, kata diplomat tinggi China pada Jumat (3/11/2017).

Kawasan Laut China Selatan memang merupakan kawasan jalur dagang strategis yang menghasilkan pendapatan senilai 3 triliun dolar AS setiap tahun dari kapal barang, yang melintasinya. Kedua negara kerap saling klaim sebagai pemilik wilayah lautan tersebut.

China dan Vietnam pernah berencana melakukan pertemuan Agustus lalu, pada pertemuan negara sekawasan Laut China Selatan di Manilla, Filippina. Pertemuan dibatalkan ditengah silang pendapat mengenai militerisasi di Laut China Selatan dan pulau buatan.

Kini Hanoi dan Beijing tengah memperbaiki hubungan. Dikabarkan Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan pejabat tinggi Vietnam di Hanoi minggu ini. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri China Chen Xiaodong yang menyebut kedua negara tengah melakukan diskusi penting untuk mencapai kesepakatan penting.

“Kedua pihak akan menjunjung tinggi asas konsultasi yang ramah dan dialog untuk bersama-sama mengelola dan mengendalikan sengketa maritim, dan melindungi gambaran perkembangan yang lebih besar terkait hubungan dan stabilitas Sino-Vietnam di Laut China Selatan,” kata Chen.

Chen menegaskan bahwa China dan negara-negara Asia Tenggara bersedia dan mampu menangani Laut China Selatan sendiri. Ia berharap agar negara-negara di luar kawasan itu untuk objektif melihat perubahan positif dalam situasi Laut China Selatan, dan melakukan tindakan yang lebih untuk perdamaian dan keseimbangan di kawasan itu.

Sementara pemerintah Vietnam melalui Wakil Perdana Menteri Vietnam Pham Binh Minh mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut kedua negara akan menyelesaikan permasalahan kedua negara dengan akal sehat dan hukum internasional.

Negara-negara di kawasan Laut China Selatan memang saling klaim terhadap kepemilikan kawasan itu. Bulan Juli lalu, meski dibawah tekanan Beijing Vietnam nekat menangguhkan pengeboran minyak lepas pantai di kawasan yang juga diklaim milik China.

Salain itu, Malaysia, Brunei, Filippina dan Tiwan juga mengklaim bagian-bagian kecil dari wilayah Laut China Selatan dan menolak pernyataan China tentang kedaulatannya atas sebagian besar wilayah perairan tersebut. (Ant/R2)