Connect with us

Nasional

70 Ekor Trenggiling Berhasil Diamankan Polda Riau

Published

on

Sebanyak 70 ekor trenggiling berhasil diselamatkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau

Riau-GeoSiar.com, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menemukan sebanyak 70 ekor trenggiling berhasil diselamatkan. Sebelumnya hewan yang dipercaya memiliki khasiat pada sisik dan bagian tubuhnya ini akan diselundupkan ke negeri jiran, Malaysia.

Tim gabungan Subdit I dan Subdit IV Reserse Kriminal Khusus Polda Riau berhasil menangkap dua pelaku berinisial AM dan J. Keduanya diyakini masih satu sindikat dengan dua pelaku sebelumnya yang ditangkap TNI Angkatan Laut di Kota Dumai dengan barang bukti 102 ekor trenggiling.

Guntur menyebutkan, kedua pelaku mulai mengumpulkan hewan ini dari Lampung dan beberapa provinsi di Sumatera. Selanjutnya, pelaku membawanya ke Riau untuk diseberangkan ke Malaysia melalui Kabupaten Bengkalis.

“Keduanya ini diduga masih ada kaitannya dengan yang terdahulu, sebagai pengepul ke Malaysia,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo SIK, Selasa (31/1/2017) siang.

70 trenggiling, menurut Guntur, masih dalam kondisi hidup dan diletakkan dalam karung hijau, lalu dikumpulkan ke beberapa wadah yang dimasukkan ke mobil. Selanjutnya, trenggiling ini akan dibawa kapal untuk dijual di tengah laut, di mana sudah ada pembeli dari Malaysia yang menunggu.

Selain itu, petugas juga mengamankan empat kilogram kulit hewan ini dan sisiknya.Tak hanya itu, barang bukti berupa Toyota Avanza putih serta beberapa nomor polisi palsu turut diamankan.

“Asal hewan ini dari berbagai daerah atau provinsi, keduanya pengepul atau yang mengumpulkan,” kata Guntur.

Hingga kini, trenggiling masih jadi buruan dengan khasiat yang dipercaya masyarakat. Hanya saja, kepolisian belum bisa memastikan karena belum ada pembuktian medis terkait khasiat trenggiling tersebut, apalagi hewan ini termasuk sangat dilindungi karena keberadaannya yang sudah langka.

“Tidak untuk diperjualbelikan, dilindungi oleh undang-undang,” tutup Guntur. (lpt6/r1)