Connect with us

Sumut

3 Tewas dan 4 Kritis Seusai Teguk Miras Oplosan Pesta Nikah

Published

on

Miras Oplosan yang membuat 3 orang tewas dan 4 orang kritis di Desa Batang Nadenggan, Kecamatan Sei Kanan, Labuhanbatu Selatan.

Labuhan Batu-GeoSiar.com, Tewas mengenaskan setelah minum minuman keras (miras) oplosan di pesta pernikahan warga setempat dialami oleh tiga orang pemuda warga Desa Batang Nadenggan, Kecamatan Sei Kanan, Labuhanbatu Selatan.

Sementara, empat orang lainnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan tempat pelayanan medis lainnya untuk mendapatkan perawatan medis, akhir Oktober lalu ke RSU Rantauprapat.

Mereka adalah Muksin Nasution, Riswan dan Nikmat. Sementara Darwis Siregar hanya dibawa berobat ke klinik Raifan Langga Payung karena hanya mual-mual, dan Samual Ritonga sudah kembali ke rumahnya.

Seperti dilansir Metro Asahan (Jawa Pos Group) hari ini, pada malam kejadian sejumlah pemuda setempat berpesta miras di pesta pernikahan anak Lamuddin Rambe di dusun Sungai Bondar Desa Batang Nadenggan.

Di antaranya, mengonsumsi miras jenis Bir Bintang Hitam/Putih, dicampur juga Sprite, Fanta dan jenis miras lainnya yakni Mansion House.

Akibatnya, para pemuda setempat tersebut muntah-muntah dan beberapa di antaranya terpaksa dilarikan ke beberapa klinik medis terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Korban dilarikan ke klinik Reifan RSU Nur Aini Blok Songo dan klinik Simpang Bragas pabrik PTTN Paluta.

Namun, satu hari setelah menenggak miras oplosan, itu Jumat (27/10) nyawa ASH (37), warga Dusun Sungai Bondar, Desa Batang Nadenggan meninggal dunia.

Sementara pria lainnya, TBS (35) warga Dusun Tapian Nadenggan juga tak selamat saat hendak dibawa ke RSU Rantauprapat. Begitu juga halnya dengan GS (32) warga Dusun Tapian Nadenggan Desa Batang Nadenggan yang turut menghembuskan nafas terakhirnya karena meneguk minuman keras.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang melalui Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani saat dikonfirmasi, Sabtu (28/10) membenarkan peristiwa itu.

“Saat ini kasusnya dalam penyelidikan pihak Kepolisian Sektor Sei Kanan,” tutup Viktor. (jpnn/r1)