Connect with us

Nasional

Polisi Tangkap Pengedar Liquid Vape Ganja

Published

on

liquid vape atau cairan rokok elektrik yang diduga mengandung narkotika jenis ganja berhasil diamankan petugas Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017)

Jakarta-GeoSiar.com, MGL, pelaku peredaran liquid vape atau cairan rokok elektrik yang diduga mengandung narkotika jenis ganja berhasil diamankan petugas Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

“Tanggal 26 Oktober 2017 kita tangkap MGL di Kuta Utara, Bali,” ujar Kombes Pol John Turman Pandjaitan, Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Kantor Dittipid Narkoba Polri, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017).

John mengatakan, penangkapan itu berdasarkan laporan warga soal adanya kecurigaan terhadap bisnis liquid vape yang mengandung ganja di Bali.

“Ini suatu yang tidak dilarang di Belanda, tapi begitu masuk Indonesia, hasil laboratorium ini mengandung cannabinoid atau cannabis (ganja),” tutur John.

John menjelaskan, penyidik awalnya mencoba memesan liquid vape yang diduga mengandung ganja itu dari si penjual berinisial MGL, yang memang memasarkan produknya secara online.

Setelah itu, polisi berkoordinasi dengan Bea Cukai, agar memantau kiriman paket yang berasal dari Belanda.

“Karena kita tahu asal liquid itu dari Belanda. Kemudian dikirim ke Indonesia menggunakan paket ekspedisi,” kata dia.

Setelah paket itu terpantau sampai di Bandara Soekarno Hatta, lanjut Jhon, penyidik kemudian memeriksa dan membawa paket tersebut ke laboratorium. Ternyata, cairan rokok elektrik itu benar mengandung senyawa ganja.

Petugas kemudian mengamankan MGL dan berdasarkan pengakuan yang diberikan oleh pelaku, petugas berhasil mengamankan 4.140 mililiter cairan rokok elektrik yang mengandung ganja.

Sementara, satu orang lagi berinisial D masih dalam pengejaran polisi. Atas perbuatannya, MGL terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

“Berdasarkan pengakuan, D merupakan sales dan marketing toko liquid vape di Belanda yang mengirim menggunakan jasa ekspedisi,” ungkap John menutup pernyataannya.(Lpt6/r1)