Connect with us

Olahraga

Keluhan Tak Ditanggapi Ahok, Murni Mengadukan Retribusi Senam di Monas ke Anies

Published

on

Senam bersama di Lima titik di Monas yang diperjuangkan oleh Murni kepada Anies, Rabu (1/11/2017)

Jakarta-GeoSiar.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didatangi oleh Murni Fatmawati, pengurus Komunitas Senam Ria Monas di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (1/11/2017).

Pertemuan singkat ini dimanfaatkan oleh Murni untuk menyampaikan keluhannya mengenai retribusi yang dikenakan kepada komunitasnya yang rutin menggelar senam bersama di Monas sejak 40 tahun lalu.

Sejak era mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Murni harus membayar retribusi Rp 1,5 juta per bulan untuk empat kali senam.

“Saya benar Pak sudah enggak kuat Pak sudah enggak sanggup Pak. Saya mesti bayar Rp 1,5 juta setiap habis bulan. Hari ini saya bayar,” ujarnya dalam emnyampaikan keluhannya kepada Anies.

Murni mengaku sudah 15 bulan ia harus membayar retribusi semenjak Ahok menetapkan kebijakan untuk membayarkan retribusi kepada pemerintah karena kegiatan senam ini mengutip uang dari warga yang mengikutinya.

Murni menceritakan pertemuannya dengan Ahok yang dahulu menolak untuk menggratiskan kawasan Monas untuk senam bagi komunitas mereka dengan alasan bahwa komunitas memungut uang dari peserta.

“Pak Ahok kesimpulannya dia sendiri, nih, katanya setiap area milik Pemda yang berhubungan dengan penarikan saweran dari masyarakat harus bayar sewa,” ungkap Murni memelas.

Padahal, kata Murni, uang tersebut tidak menguntungkan pribadinya saja melainkan digunakan untuk biaya operasional, seperti menyewa instruktur dan membeli minuman.

Menurut Murni, komunitasnya sudah mulai melakukan senam semenjak 40 tahun lalu di Monas. Bahkan, gubernurnya Pak Ali Sadikin, Sutiyoso, mengapresiasi komunitas mereka dengan memberikan uang kerohiman tiga bulan sekali.

Tidak berhenti sampai disitu, aku Murni, komunitas mereka juga di berikan predikat sebagai ‘pahlawan tanpa tanda jasa di bidang olahraga’.

Melalui pertemuannya dengan Anies, Murni ini mempertahankan salah satu dari lima titik senam yang sudah ditetapkan di Monas sebagai tempat bagi komunitasnya untuk berkarya. Murni berharap bahwa tempat senam yang selalu digunakan oleh komunitasnya tetap dapat digunakan bagi komunitas dalam melatih masyarakat pola hidup sehat.

Dari keluhan yang sudah disampaikan oleh Murni, Anies berjanji akan mempertimbangkannya dan sesegera mungkin mengeluarkan peraturan tegas terkait hal tersebut.

“Oke boleh, begini jadi sekarang sedang menyusun pergub mengenai pemanfaatan Monas. Aturan lengkapnya, nanti salah satunya,” tutup Anies. (Kps/r1)