Connect with us

Sumut

Siswa SMA Delimurni Hidupi Kesederhanaan Pemuda 1928

Published

on

Makan bersama para guru dalam acara penutupan perlombaan memasak Siswa SMA Delimurni Delitua dalam perlombaan memasak di Sekolah SMA Delimurni Delitua Sabtu (28/10/2017)

Medan-GeoSiar.com, SMA Delimurni Delitua Jl. Nogio mengadakan perlombaan memasak antar kelas di lingkungan sekolah pada Sabtu (28/10) pukul 08.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB.

Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan sekaligus sebagai wujud nyata sekolah dalam memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober.

Lomba memasak ini sudah dirancang sekitar satu bulan yang lalu, bulan September (1/9) dan dilaksanakan di Aula SMA Delimurni. Peserta dari kegiatan perlombaan ini berasal dari masing-masing kelas yang wajib mengutus 5 orang sebagai juru masak.

Para siswa sangat antusias dalam mengikuti lomba masak yang membutuhkan durasi sekitar 1 jam dalam satu putaran dengan menggunakan bahan-bahan sederhana.

Drs.Jontar Sitohang, Kepala sekolah SMA Delimurni Delitua mengajak seluruh siswa untuk lebih memaknai hari sumpah pemuda yang merupakan ujung tombak perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Hari sumpah pemuda seharusnya bisa dihayati oleh seluruh siswa dan dijadikan sebagai pedoman hidup.

“Di Hari Sumpah Pemuda ini bapak menghimbau agar kita semua tanpa terkecuali dapat mencontoh semangat para pemuda pemudi di tahun 1928, khususnya untuk kalian para peserta didik seharusnya dapat semangat dalam meningkatkan kualitas diri,” ujarnya dalam membakar semangat siswa sebelum acara perlombaan dimulai.

Jontar mengatakan bahwa tujuan diadakannya perlombaan memasak ini adalah untuk menghidupi kembali semangat para pejuang melalui pola hidup mereka yang dahulu dapat bertahan hidup hanya dengan mengonsumsi ubi, labu dan jagung sebagai makanan pokok.

Selain itu, melalui lomba ini, siswa juga dapat diajarkan cara memaknai kesederhanaan hidup yang dulu dimiliki oleh para pejuang.

“Lomba ini bukan hanya sekedar perlombaan biasa untuk dilakukan para siswa dan juga bukan hanya sebatas acara seremonial belaka, melainkan ada pesan moral yang mau kami sampaikan kepada siswa untuk dapat memaknai makna di balik perlombaan ini,” ujarnya menambahkan.

Joni Samosir S.Pd, Wakasek Kesiswaan yang mengkoordinir perlombaan memasak sehingga dapat berjalan dan terorganisir merasa sangat bangga karena acara bisa dinikmati seluruh siswa dan para guru.

“Teknis lomba sudah sekitar 1 bulan lalu kami persiapkan, semua bahan bahan yang digunakan dalam lomba memasak ini disediakan oleh sekolah.  Sekolah sepenuhnya meniadakan kutipan dari siswa, biaya oprasional seluruhnya kami ambil dari kas sekolah,” ujarnya bersemangat.

Acara perlombaan yang digelar dalam konsep yang sederhana ini dapat berjalan dengan baik dan ditutup dengan acara makan bersama di kantor guru.

“Saya sangat senang kegiatan lomba berjalan dengan baik dan lancar. Semua siswa sangat menikmati keseruannya. Kegiatan ini sangat bagus untuk menciptakan suasana kebersamaan,” ujar Alandani Sembiring yang merupakan guru bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan yang sangat menikmati acara perlombaan.

Menurut Alan, di era globalisasi seperti sekarang ini para kaum muda khususnya dikalangan siswa siswinya tidak lagi menghidupi semangat kaum muda di tahun 1928. Kaum muda masa kini dinilai banyak yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, sikap egois dan mementingkan kepentingan diri sendiri juga sering ditonjolkan dalam berinteraksi dengan sesama.

Alan berharap melalui kegiatan yang sederhana ini dapat dijadikan sebagai roda penggerak perubahan untuk menyadarkan para siswa dalam menghidupi semangat kebersamaan di lingkungan sekolah maupun dalam di lingkungan keluarga hingga ke lingkup yang lebih luas di lingkungan masyarakat.  Para siswa disadarkan kembali untuk bangga dengan identitas bangsa Indonesia yang menghidupi semangat gotong royong dalam kebersamaan.

“Lihat kondisi sekarang ini, sifat netralitas efektif (siapa loe, siapa gue) semakin besar. Semoga kegiatan seperti ini dapat berguna untuk membangkitkan kembali semangat warga SMA Delimurni. Semoga kedepannya para siswa semakin terbangun jiwa dan semangat kebersamaannya,” pungkasnya optimis. (Cw1)