Connect with us

Nasional

Ignasius Jonan Resmikan Fasilitas Lapangan Gas Jangkrik

Published

on

Menteri ESDM, Ignasius Djonan

Kutai-GeoSiar.com, Fasilitas produksi gas lapangan Jangkrik di area Fasilitas Penerimaan Darat (Onshore Receiving Facility/ORF) milik Eni Muara Bakau, yang berlokasi di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Selasa (31/10/2017) Pagi.

Fasilitas produksi lapangan Jangkrik merupakan bagian integrasi dari proyek pengembangan Kompleks Jangkrik yang dioperasikan oleh Eni Muara Bakau selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Penyelesaian ini efisien, karena enam bulan bisa selesai lebih cepat dari yang direncanakan. Awalnya empat tahun ternyata ENI bisa menyelesaikan 3,5 tahun, dengan begitu hemat anggaran,” kata Jonan saat meresmikan fasilitas Jangkrik.

Penyaluran produksi lapangan gas Jangkrik nantinya diharapkan mampu memasok gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) ke pasar domestik dan juga pasar ekspor, sehingga diproyeksikan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan energi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Jonan mengungkapkan bahwa pengoperasian FPU Jangkrik menjadi bukti bahwa saat ini Indonesia tetap mampu mengembangkan lapangan migas baru.

“FPU Jangkrik yang on stream tangal 26 Mei 2017 ini bukti kita mampu kembangkan lapangan migas baru, dan kita akan selalu melakukannya,” ujar Menteri Jonan.

Adanya proyek pengembangan Lapangan Gas jangkrik juga menciptakan dampak yang cukup besar, seperti pabrikasi fasilitas pengolahan yang telah dikerjakan di Karimun, dan dampak lain soal penyerapan tenaga kerja. Fase proyek lapngan Jangkrik telah mempekerjakan 1.000 orang lebih dan sekitar 94,5 persen merupakan tenaga kerja Indonesia.

Pengembangan migas ini memjadi bukti bahwa minat investasi hulu migas di Indonesia menarik. Hal ini dibuktikan dari investasi yang cukup besar untuk pengembangan lapangan migas, yang akan mendorong pengembangan perekonomian daerah dan nasional.

Dimulainya produksi Lapangan gas Jangkrik sangat signifikan untuk menambah pasokan gas dalam negeri dan memenuhi target lifting gas bumi pada tahun 2017 sebesar 1,15 juta barel setara minyak per hari, dan 2018 sebesar 1,2 juta. Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan gas di dalam negeri. Tahun 2017 alokasi gas di dalam negeri sebesar 62%. (Ant/R2)