Connect with us

Sumut

RKI Gelar Jong Batak’s Arts Festival Demi Bangkitkan Identitas Pemuda

Published

on

Ori Semblko Sembiring, Manager RKI dalam acara penutupan Jong Batak’s Arts Festival di Taman Budaya Jl. Perintis Kemerdekaan Medan pada Sabtu (28/10)

Medan-GeoSiar.com Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati hari Sabtu (28/10/2017) berlangsung meriah di Taman Budaya Jl. Perintis Kemerdekaan Medan.

Dalam peringatan hari sumpah pemuda ini Rumah Karya Indonesia (RKI) menggelar Jong Batak’s Arts Festival yang di selenggarakan mulai dari 25 Oktober hingga pada acara puncak pada 28 Oktober 2017.

Pada pembukaan acara (25/10) dibuka langsung oleh Dinas Pariwisata dan akan ditutup pada acara puncak (28/10) malam  oleh badan pengelolah Geopark Kaldera Toba.

Adapun rangkaian acara yang diselenggarakan hari ini dimulai dengan pemutaran film dokumenter yang berjudul ‘Suara dari Jalanan’, karnaval hingga pementasan panggung kebudayaan pada perayaan puncak pada malam hari.

Acara Jong Batak’s Arts Festival ini merupakan program ke 6 dari 7 program RKI yang telah direncanakan. Banyak pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini yakni Dinas pariwisata Kota Medan, Badan Pengelolah Geopark Kaldera Toba, Jendela Toba dan Toba Leuser.

“Ini merupakan program yang ke 6 dari RKI sendiri. Acara ini merupakan sebuah wadah untuk menuangkan aspirasi pemuda dan menumbuhkan kebanggaan dikalangan pemuda dengan identitasnya,” ujar Ori Semblko Sembiring, Direktur RKI saat ditemui oleh wartawan GeoSiar pada Sabtu siang (28/10/2017) di Gedung Pameran Taman Budaya.

Selain itu, acara ini juga merupakan ajang promosi untuk kegiatan Jong Batak’s Arts Festival yang akan diadakan pada bulan Desember mendatang.

Peserta yang hadir dalam acara ini sebagian besar berasal dari siswa-siswi perwakilan dari SMP, SMA dan SMK Medan dan dari luar Kota Medan seperti dari Samosir, Kabanjahe bahkan dari Sumatera Barat dan Riau. Peserta yang hadir setiap harinya sejumlah 1500 sampai dengan 2000 peserta. Sehingga total peserta sejumlah 8000 peserta.

“Peserta sangat antusias sehingga ada 70 peserta yang mendaftar sebagai pengisi acara di awal pembukaan namun yang diterima hanya sekitar 35 peserta,” ujarnya.

Menurut Ori, dalam memperingati hari sumpah pemuda yang diperingati hari ini, para pemuda yang adalah generasi penerus bangsa seharusnya mampu berkarya secara nyata dalam perbuatannya.

Dalam hal ini pemuda diharapkan dapat semakin mencintai budayanya yang merupakan identitasnya yang sesungguhnya sebagai generasi penerus bangsa yang berbudaya.

“Kaum muda yang ada di Medan selaku pemuda harus bisalah semakin berkarya dan sekaligus berbudaya lewat berbagai media baik dalam seni tari, teater, musik dan juga tarik suara,” ujar Ori.

Kaum muda masa kini menurut Ori cenderung lebih bangga saat mampu mengikuti trend terkini yang mengarah pada budaya barat. Sebagian besar dari mereka kurang mencintai budaya lokal dan bahkan tidak mengetahui budaya mereka sendiri.

Namun melalui kegiatan ini pemuda diharapkan dapat lebih mencintai budayanya karena budaya lokal merupakan identitas yang wajib dibanggakan dan dilestarikan bahkan sampai ke tingkat internasional.

“Jangan cenderung ke arah barat karena dengan mencintai budaya lokal maka semakin memperjelas identitasnya sebagai anak bangsa dan ini adalah wujud nyata dalam mengisi hari sumpah pemuda. Pemuda harus bisa bersuara dan berkarya dalam perbuatan,” ujarnya bangga.

Menurutnya, sebagai pemuda harapan bangsa pemuda harus bisa berkarya tanpa batas dan juga berbudaya karena negara Indonesia penuh dengan budaya lokal yang dapat digunakan untuk menunjukkan identitas bangsa yang sesungguhnya di era globalisasi seperti sekarang ini. (CW1)