Connect with us

Sumut

Siswa Siswi Bintang Timur Demo Tanda Tak Setuju Gurunya Dipenjara

Published

on

Siswa siswi BT mendatangi kantor Polres Pematangsiantar untuk membebaskan guru mereka yang dipenjara

Siantar-GeoSiar.com, Tulus Julianus Marbun, seorang guru komputer SMK Bintang Timur (BT) yang merupakan tersangka dalam kasus pelecehan seksual pada siswanya mengenakan rompi tahanan saat digiring polisi ke sel tahanan sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (26/10/2017).

Tulus dilaporkan setelah melakukan pelecehan terhadap tiga siswinya, yakni VS (16), AS (16) dan RS.

Saat digiring kedalam sel tahanan, Tulus hanya diam seribu bahasa tidak memberikan komentar apapun terhadap kasus yang menjeratnya.

“Sudah tersangka. Dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tegas Kaurbin Ops Unit Reskrim Polres Siantar, Iptu Junjungan Simanjuntak yang menggiringnya masuk.

Awalnya Tulus di proses oleh pihak kepolisian ketika dilaporkan oleh tiga siswinya yang menjadi korban dalam kasus ini.

Diketahui bahwa Tulus yang sudah mengajar selama lima tahun di sekolah tersebut meraba-raba bagian dada siswinya di saat praktik komputer.

Ketiga siswi tersebut didampingi oleh orangtua mereka masing-masing di ruang Unit I B Jatanras saat Tulus di tetapkan sebagai tersangka dan dibawa kedalam tahanan.

Atas tindak pidananya Tulus terpaksa berhenti bekerja dan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara sesuai UU Perlindungan Anak.

Walaupun sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka, banyak siswa BT yang tidak setuju dengan putusan pengadilan. Para siswa yang masih berseragam sekolah mendatangi kantor Polres Pematangsiantar untuk membebaskan guru mereka.

Mereka berteriak, meraung, dan menggoyang-goyang pagar besi Polres Siantar di Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Siantar Barat, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (26/10/2017).

“Kembalikan guru kami, Pak TM gak bersalah, kembalikan nama baik sekolah kami,” teriak siswa dengan nada seperti menangis dilansir dari Tribunmedan.com.

“Biar aja ditembak, biar mati. Kembalikan guru kami,” ujar seorang siswi lainnya.

Ratusan siswa BT bersikeras ingin masuk ke Polres Siantar dengan membawa karton yang berisi dukungan untuk Guru Komputer Tulus Julianus Marbun. Petugas polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu pun tampak menghadang ratusan siswa BT yang berusaha menerobos masuk. Namun beberapa guru dan beberapa anggota kepolisian berusaha menghadang aksi mereka.

Oknum guru mengaku tidak ada mengumpulkan ratusan siswa ini. Katanya ini inisiatif para siswa dan aksi ini di luar jam sekolah.

“Enggak ada dikumpuli. Inisiatif mereka semua ini,” ujarnya.

Kasat Reakrim Polres Siantar Restuadi dan KBO Iptu Junjungan turun langsung meredam protes para siswa.

Restuadi bahkan sempat kesal dan melontarkan kalimat bernada tinggi.

“Tenang kalian. Gimana kalau kalian yang jadi korbannya? Ayo masuk yang mau masuk biar dijelaskan bagaimana,” tegas Restuadi.

Hingga berita ini diterbitkan, sekitar empat orang siswi diajak masuk sebagai perwakilan. Di waktu bersamaan polisi terus disoraki ratusan siswa siswi sekolah yang masih ingin agar guru mereka dibebaskan dan kembali mengajar.