Connect with us

Nasional

Ujar Kebencian Terhadap Prabowo, Politisi Partai Hanura Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Published

on

Inas Nasrullah Zubir dilaporkan atas tuduhan ujar kebencian terhadap Prabowo Subianto

Jakarta-GeoSiar.com, Kuasa hukum Prabowo diwakili Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya, Laskar melaporkan politisi Partai Hanura yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) ke Bareskrim Polri pada Selasa (24/10/2017).

Ines dilaporkan atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, dan pencemaran nama baik terhadap Prabowo di dalam masyarakat.

Menanggapi laporan yang menyeret namanya, Ines membantah telah menyebarkan fitnah terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Soebianto.

Inas kemudian menjelaskan mengenai tulisannya di media sosial. Menurut Inas, kata ‘rampok orang susah’ yang dia tulis merupakan kutipan atas kata-kata Prabowo sendiri dalam sebuah pidato.

Teks yang ia tulis pada akunnya berserta video yang ia bagikan menyatakan kata-kata tersebut.

“Info dari rekan media bahwa Prabowo Subianto melaporkan saya ke Bareskrim melalui lembaga hukumnya. Saya perlu memberikan klarifikasi bahwa judul video yang saya posting berasal dari ucapan Prabowo sendiri, yakni: ‘rampok orang susah’,” kata Inas melalui keterangan tertulis, Rabu (25/10/2017) dilansir dari Kompas.com.

Lebih lanjut Inas menjelaskan, ia mendapatkan cuplikan video dari YouTube. Dalam video itu, terdapat berbagai argumen Prabowo yang dia nilai tidak sesuai dengan hati nuraninya.

Contohnya, kata Inas, argumen Prabowo yang mengatakan: “Kalau perlu kau rampok tetanggamu yang sedang kesusahan”.

“Menurut saya, argumen tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang calon pemimpin negara walaupun dilakukan pada waktu yang lampau,” ucap Inas.

“Akan tetapi jika argumen tersebut merupakan prinsip bernegara dari seorang Prabowo, maka sebagai anggota MPR, saya harus menjauhkan bangsa ini dari prinsip-prinsip yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” kata dia.

Adapun video itu merupakan cuplikan mengenai pidato Prabowo pada 2004, dan banyak diedarkan saat Prabowo menjadi calon presiden dalam Pilpres 2014.

Dalam pidatonya, Prabowo sedang menjelaskan mengenai strategi, yang dapat digunakan lawan tanpa mengenal kasihan. Strategi yang diucapkan Prabowo merupakan strategi yang diperkenalkan filsuf China Sun Tzu, yaitu “loot a burning house”.

Strategi ini merupakan ajaran untuk mendistraksi atau memecah perhatian musuh, yaitu menyerang di saat musuh dalam keadaan panik akibat kondisi tertentu, seperti kebakaran.

Tidak hanya melaporkan akun milik Ines, Laskar juga melaporkan akun Twitter @GuruSocrates dengan dugaan sama. Laskar berharap agar nama-nama yang dilaporkan dapat segera diproses sehingga menimbulkan efek jera dan tidak lagi menyebarkan kebencian di dalam masyarakat.