Connect with us

Sumut

UNIKA Santo Thomas Sumut Targetkan Tembus 10 Jurnal Internasional

Published

on

Dr.Frietz R Tambunan, Rektor UNIKA yang didampingi Wakil Rektor III sedang mendengarkan pemaparan fasilitator dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh LPPM Unika Santo Thomas SU.

Medan-GeoSiar.com, Dr. Surya Abadi, M.Si, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik (UNIKA) Santo Thomas Sumatera Utara (Sumut) menyatakan target LPPM dalam penulisan proposal di Ruang Rapat Rektorat Lt.3, Jumat 20 Oktober 2017.

Pernyataan tersebut disampaikan Surya pada saat kata sambutan dalam kegiatan Pelatihan Penyusunan Proposal dan Paper untuk Jurnal Internasional dan Evaluasi Penelitian Dosen Unika.

“Kita harus menaikkan rating Unika melalui Penelitian. Untuk tahun ini kita targetkan 10 jurnal internasional harus tembus” kata Surya didepan seluruh dosen Unika di lansir dari portal Unika Sumut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, Dr.Frietz R Tambunan yang didampingi oleh Wakil Rektor III. Dalam kata sambutannya, Frietz memberikan himbauan kepada seluruh dosen untuk menunjukkan kualitas sebagai pendidik melalui proses belajar mengajar dan juga keseriusan dalam melakukan penelitian, sehingga rating Unika dapat meningkat dan semakin diakui dalam masyarakat.

“Kita akan mewajibkan seluruh dosen agar mengirimkan minimal 1 jurnal internasional dalam jangka waktu tertentu. Kewajiban ini akan dituangkan dalam SK Rektor” ujarnya.

Pelatihan dengan tema “Penyusunan Proposal dan Penulisan Paper ke Jurnal Internasional dan Evaluasi Pelaksanaan Penelitian Dosen Unika Santo Thomas SU” semakin bergengsi dengan hadirnya Arjon Turnip, P.hD sebagai fasilitator dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang pakar dalam bidang penelitian sehingga berhasil membuat jurnal internasional dengan jumlah yang fantastis.

Arjon memotivasi seluruh peserta untuk dapat memaknai tujuan diadakannya penelitian yang merupakan kewajiban bagi seluruh dosen sebagai pengampu pendidikan.

“Berhasil membuat jurnal internasional bukan sebuah keahlian namun kemauan. Semua orang bisa melakukannya” ujar Arjon menyemangati.

“Sampai saat ini, penelitian yang saya buat belum pernah ditolak oleh reviewer” ujarnya.

Selain pemaparan dari fasilitator, acara ini juga dibagi kedalam beberapa sesi diskusi yang mampu memberikan pemahaman kepada seluruh peserta untuk menghasilkan jurnal yang berkualitas sesuai dengan yang diharapkan.

Melalui sesi yang diberikan, peserta semakin paham bagaimana cara membuat jurnal serta mampu mengevalusi kesalahan yang terjadi selama proses penelitian, sehingga mampu menghasilkan jurnal yang berkualitas.