Connect with us

Nasional

Nama Kandidat Baru Telah Muncul dalam Pilpres 2019 Mendatang

Published

on

Nama-nama kandidat pada pemilu 2017 mendatang berdasarkan hasil survey Polmark Indonesia

Jakarta-GeoSiar.com, Salah satu lembaga survey yaitu PolMark Indonesia telah berhasil melakukan survei sementara untuk memprediksi kedudukan calon yang memiliki peluang untuk dapat maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

Survei yang dilakukan pada 9 – 20 September 2017 ini memiliki responden berjumlah 2250 orang dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia (kecuali Papua dan Papua Barat karena masalah teknis).

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan hasil polling yang telah di lakukan, akan ada kandidat lain yang siap menantang Jokowi dan Prabowo di Pemilihan Presiden 2019.

Hal Ini diketahui, dari penurunan jumlah persentase kedua calon yang selama ini di besar-besarkan dalam Pilpres 2014 yang lalu.

“Pada tahun 2014, angka mereka 54,9 persen untuk Jokowi-JK dan 26,3 persen untuk Prabowo-Hatta. Bila Pilpres dilakukan hari ini angkanya turun menjadi 41,2 persen untuk Jokowi dan berbanding 21,0 persen untuk Prabowo,” kata Direktur PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, di Resto Batik Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2017) dilansir dari Liputan6.com.

Penurunan sebanyak 13,7 persen untuk Jokowi dan 6,3 persen untuk Prabowo, memunculkan peluang bagi kandidat lain dalam bursa tersebut.

“Situasi masih cair, masih terjadi pencarian kandidat alternatif,” jelas Eep.

Dari hasil survei yang digelar, muncul nama-nama yang akan menjadi penantang di bursa Pilpres 2019. Walaupun persentase mereka masih terbilang kecil, tidak mencapai angka lima persen, tetapi mereka masih memiliki peluang sebagai penantang baru dalam Pilpres mendatang. Adapun nama-nama calon tersebut adalah Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, Gatot Nurmantyo, dan Hary Tanoesoedibjo.

“Mas AHY 2,9 persen, Jenderal Gatot, dan Pak Hary Tanoe sama di angka 2,0 persen,” tutup Eep.