Connect with us

Nasional

Ignatius Jonan Mengajak Pemuda Menjaga Keutuhan Bangsa Tanpa Membedakan

Published

on

Ignasius Jonan mengajak pemuda sebagai generasi penerus bangsa untuk mempertahankan Indonesia tanpa membeda-bedakan

Manado-GeoSiar.com, Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa bangsa dan negara Indonesia yang sudah berdiri selama 72 tahun ini merupakan hasil dari komitmen bersama untuk menghormati keragaman dan perbedaan.

“Memang semuanya berbeda, mulai dari tampilan tetapi yang namanya komitmen semuanya sama,” kata Ignasius Jonan, dalam dialog “#100 Persen Indonesia” dengan forum pemuda lintas agama Sulawesi Utara, di Manado, Sabtu (21/10/2017) dilansir dari jendelanasional.com.

Menurut Jonan, Indonesia dapat berdiri sampai sekarang karena ada kesepakatan bersama tanpa membeda-bedakan latar belakang yang dimilikinya. Sebaliknya, jika semua membeda-bedakan maka Republik Indonesia tidak akan bisa berdiri sampai sekarang.

Menteri ESDM ini mengatakan, generasinya tidak akan lama lagi, maka dari itu, pemuda dari berbagai lintas agama saat ini yang nantinya di harapkan untuk meneruskan arah dan perjuangan bangsa. Para pemuda sesuai dengan isi pidato Ir.Soekarno memiliki pengaruh besar dalam membawa bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik.

Dalam kesempatan ini, Jonan meminta para pemuda agar bersatu padu berjuang membawa bangsa ke masa depan yang lebih baik. Jika tidak bersatu dan selalu ribut maka Indonesia tidak bisa bangkit.
Jonan mengajak kaum muda agar terus memupuk semangat kebangsaan maka perbedaan tidak boleh dipertentangkan lagi.

Semua warga dari Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Pulau Rote merupakan warga Indonesia yang sama.

“Tidak boleh ada SARA sama sekali yang muncul, karena negara ini dibangun dengan dasar Pancasila dan mengedepankan semangat inklusif bukan eksklusif,” ujarnya.

Jonan mengatakan, dalam keluarganya ada adik-adiknya yang memeluk kepercayaan yang berbeda. Namun, hal itu merupakan pilihan bebas masing-masing, dan tidak perlu dipertentangkan.

Sementara itu, politisi senior Bara Hasibuan, yang ikut hadir dalam dialog tersebut, mengatakan masalah nasionalisme harus dijaga bersama-sama dan tidak boleh dibuat main-main, seperti di Sulawesi Utara.

Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional ini mengatakan Sulawesi Utara merupakan daerah percontohan masyarakat yang majemuk. Walau beragam, tetapi semangat kebersamaan di Sulawesi Utara sangat kental.

Bara mengapresiasi kerja Jonan yang selalu mengedepankan semangat kebersamaan dalam keragaman.

“Melihat keberagaman dan Pancasila harus dalam bentuk kerja nyata, seperti dilakukan Menteri ESDM Ignasius Jonan, untuk membangun negara dan menjaga persatuan dan kesatuan,” tutupnya.