Connect with us

Nasional

Menteri Jonan Resmikan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan di NTB-NTT

Published

on

Menteri ESDM, Ignasius Djonan

Mataram-GeoSiar.com, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggenjot pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah-daerah untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat, dengan harga terjangkau. Adapun pembangunan dibuat dengan berbagai program pengembangan pembangkit 35.000 MW beserta infrastruktur pendukungnya.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan saat peresmian dan peletakan batu pertama beberapa proyek proyek ketenagalistrikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), di Mataram, Jumat (20/10/2017).

“Pemerintah berkomitmen meningkatkan rasio elektrifikasi lebih dari 93%, tahun 2019 minimal 96%, kalau kita bekerja keras bisa 99% di tahun 2019, naiknya hampir 3 persen per tahun, luar biasa sekali,” Ujar Mantan Dirut PT KAI (Persero) dilansir dari Jendelanasional.com.

Adapun peresmian proyek pembangunan di NTB dan NTT dilakukan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan mewakili presiden RI Joko Widodo. Jonan didampingi oleh Menteri BUMN, Rini Sumarno, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andi Noorsaman Sommeng, Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basyir dan perwakilan dari Pemda NTB.

Menurut Menteri Jonan, bila seluruh proyek kelistrikan di NTB dan NTT dapat beroperasi, maka tahun 2019 nanti seluruh kebutuhan listrik di provinsi NTB dan NTT aka terpenuhi.

“Dengan beroperasinya seluruh proyek ini kebutuhan listrik di NTB dan NTT tidak akan kurang, total kapasitas 350 MW apabila pelanggan yang butuh listrik 900 VA per rumah tangga, akan bisa mengaliri sekurangnya 350-400 ribu rumah tangga,” tambah Jonan seperti dikutip dari siaran pers Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama.

Selain itu Meteri Djonan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah NTB dan NTT dalam pengembangan listrik di daerah masing-masing. Sehingga pengembangan infrastruktur kelistrikan di daerah itu bisa ditargetkan segera selesai.

“Saya juga sangat berterima kasih atas dukungan bapak Gubernur NTB dan NTT karena dukungan ini sangat penting untuk pengembangan listrik disini, PLTGU Lombok Peaker akan memakan waktu sampai 2019, lainnya akan selesai 2018,” kata Menteri Jonan.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi NTB Rosihadu Sayuti menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena memprioritaskan wilayah timur Indonesia. “Mudah-mudahan apabila infrastruktur ketenagalistrikan ini sudah mantap, maka industri, proses olahan, hilirisasi, UMKM di NTB ini akan tumbuh berkembang dan akan meningkatkan kesejahteraan rakyat di provinsi NTB,” katanya.

Sementara itu Direktur PLN Sofyan Basir pada laporannya juga mengungkapkan komitmen PLN untuk mendukung Pemerintah mewujudkan kebijakan 35.000 MW di tahun 2019. Sofyan melaporkan bahwa saat ini kondisi kelistrikan sudah sangat cukup. Beberapa daerah bahkan sudah tidak ada pemadaman listrik, salah satunya cadangan listrik di Lombok mencapai 299 MW, dan beban puncak sebesar 227 MW.

“Beberapa daerah sudah memiliki cadangan rata-rata 30%, di Lombok cadangan listriknya mencapai 72 MW,” tutup Sofyan menjelaskan.