Connect with us

Sumut

Pameran Museum Manusia Purba Sangiran Diadakan di Medan

Published

on

Ilustrasi Manusia Purba Sangiran

Medan-GeoSiar.com, Pameran Museum Manusia Purba Sangiran digelar di Focall Point Mall, Medan. Pergelaran Museum diinisiasi oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Pameran dimulai Rabu (18/10) hingga Minggu (22/10).

Pameran museum manusia purba Sangiran yang digelar di lima kota di Sumatera tersebut untuk memperkenalkan sejarah situs Sangiran di Kabupaten Sragen dan Karanganyar, Jateng yang telah diakui oleh UNESCO kepada masyarakat luas.

Pameran dibuat semenarik mungkin dengan tampilan monitor yang menampilkan secara visual dan audio mengenai informasi manusia purba. Dalam pameran museum ini ditampilkan berbagai temuan purbakala, mulai dari binatang hingga tulang manusia. Hal ini disampaikan Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Syukron Edi, Jumat (20/10).

“Pameran ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situs purbakala yang ada di Indonesia, dan sudah diakui dunia,” kata Syukron Edi dilansir Analisadaily.

Syokron Edi menjelaskan, Situs Sangiran berada di Kabupaten Seragen dan Karanganyar, dengan luas 59,21 KM2. Situs pertama kali ditemukan Von Konigs Wald pada tahun 1934, dengan temuan artefak atau hasil budaya manusia purba.

“Tepat 2 tahun kemudian, Von Konigs Wald menemukan 8 individu manusia homo erectus di Sangiran. Sampai sekarang telah ditemukan 120 individu manusia purba di Sangiran atau 50 persen populasi homo erectus di dunia,” tambahnya.

Syukron Edi menuturkan, ada 4 evolusi yang terjadi di Sangiran. Pertama Evolusi lingkungan tanpa terputus sejak 2,4 juta tahun yang lalu, sampai sekarang dimulai pada 2,4 juta hingga 1,9 juta.

Sangiran, lanjutnya, pada masa itu adalah laut dalam. Kemudian pada 1,9 juta hingga 900.000 tahun yang lalu, Sangiran berubah dari laut dalam menjadi laut dangkal atau rawa-rawa. Lalu, 900.000 sampai sekarang menjadi daratan.

“Kehadiran kita di sini untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situs sejarah. Harapan kita, masyarakat bisa paham bahwa manusia purba itu salah satunya berada di Indonesia,” terangnya.