Connect with us

Dunia

Australia Diminta Menjauh dari AS Melalui Sepucuk Surat oleh Korut

Published

on

Macolm Turnbull menerima sepucuk surat dari Korut untuk menjauhi AS

Australia-GeoSiar.com, Pemerintah Korea Utara (Korut) belakangan ini memberikan surat kepada Pemerintah Australia yang mana isinya berupa desakan Canberra untuk menjauhkan diri dari Pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Melalui surat yang dikirimkan oleh Korea Utara tersebut juga tercantum isi berupa kecaman tentang peringatan Presiden AS, Donald Trump yang menyebut rencana negara AS yang akan menghancurkan Korut jika membela diri.

Perdana Menteri Australia, Macolm Turnbull mengatakan bahwa surat itu juga dikirim ke sejumlah negara lain.

“Mereka mengirim (surat) ke banyak negara lain, seperti surat edaran,” ujar Turnbull kepada stasiun radio lokal 3AW dilansir dari Liputan6.com.

Dalam surat tersebut, Korut mendesak pemerintah negara lain untuk berpaling dari langkah jahat dan sembrono Pemerintahan Donald Trump. Negara pimpinan Kim Jong-un itu juga mengulangi bahwa AS dapat bertanggung jawab atas bencana nuklir yang mengerikan.

Sebagai respon terhadap isi surat tersebut, Turnbull mengatakan bahwa Korut bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan karena telah mengancam akan menembakkan misil nuklir ke Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Turnbull menambahkan, langkah itu menunjukkan bahwa tekanan diplomatik berpengaruh terhadap Korut, meskipun surat itu pada dasarnya merupakan ‘kata-kata kasar’ yang konsisten dengan retorika negara itu sebelumnya.

Surat sepajang satu halaman itu dikirim melalui Kedutaan Besar Korea Utara di Indonesia dan dihubungkan dengan Komite Luar Negeri Majelis Rakyat Agung Pyongyang.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mendeskripsikan surat itu sebagai langkah yang tidak pernah terjadi sebelumnya dari Korea Utara.

Baik Bishop dan Turnbull setuju bahwa itu merupakan tanda bahwa tekanan global terhadap Korea Utara sangat berpengaruh. Keduanya pun berharap adanya keterlibatan dunia internasional lebih lanjut dalam menanggulangi ketegangan ini.

Pada Sabtu 14 Oktober 2017, Pyongyang memperingatkan Australia bahwa Negeri Kanguru itu tidak akan dapat menghindar dari ‘bencana’. Hal itu terjadi jika Australia mengikuti kebijakan AS terhadap rezim Kim Jong-un.

Korea Utara telah menentang kesepakatan internasional dalam beberapa bulan terakhir dengan melakukan uji coba nuklir keenam dan meluncurkan dua rudal yang melintasi daratan Jepang.

Atas hal tersebut, AS meresponsnya dengan ancaman kekuatan militer. Namun Menteri Luar Negeri Rex Tillerson menegaskan bahawa Trump ingin menyelesaikan ketegangan itu melalui diplomasi.