Connect with us

Olahraga

Valentino Rossi bisa balas dendam ke Marquez soal kejadian musim 2015

Published

on

Valentino Rossi dan Marq Marquez di lintasan balap Moto GP

Medan-Geosiar.com, Valentino Rossi bisa saja balas dendam kepada Marquez di musim ini. Pasalnya gara-gara Marc Marquez, Valentino Rossi kehilangan peluang jadi juara dunia 2015. Dengan skenario yang berbalik di musim ini, mungkinkah The Doctor membalas dendam ke Marc?

Musim 2015 akan dikenang sebagai salah satu musim paling panas dalam sejarah MotoGP saat Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi bertarung menjadi juara dunia. Duel sengit kedua pebalap itu makin membara karena nama Marc Marquez ikut terseret di dalamnya.

Rossi meyakini bahwa Marquez sebagai penyebab hilangnya peluang merebut gelar juara dunia 2015. The Doctor -julukan Valentino Rossi- dalam beberapa kesempatan memprotes Marquez yang dia nilai dengan sangat sengaja mencoba membantu Lorenzo untuk merengkuh takhta juara. Bukan sekadar membantu, Marcquez malah dituding mencoba menjegal dirinya.

Tensi panas yang terjadi di tahun 2015 memang  perlahan redam seiring waktu. Namun bukan berarti kejadian tersebut dilupakan begitu saja. Bisa saja kejadian musim 2015 itu terjadi kembali di akhir musim 2017 ini. pasalnya persaingan Marquez dengan Andrea Dovizioso, di mana keduanya cuma terpaut 11 angka sementara balapan tinggal menyisakan tiga seri lagi.

The Doctor yang telah dipastikan kehilangan peluang juara bisa saja ‘menceburkan diri’ ke persaingan tersebut. Membalas apa yang terjadi dua musim lalu. Apalagi selain dendam pribadi dengan Marquez, Dovizioso dan Rossi mempunyai latar belakang negara yang sama, mereka sama-sama berasal dari Italia.

Walaupun demikian, The Babby Alien -julukan Marquez- tidak khawatir dengan potensi skenario tersebut.

“Itu tidak membuat saya khawatir. Dan itu adalah sesuatu yang tidak saya pikirkan. Karena, seperti saya selalu katakan, saya selalu mengandalkan diri saya sendiri,” ucapnya dilansir dari Detik.com

“Di balap motor, dan olahraga lainnya, dan terutama olahraga individual, saat Anda berada di lintasan, jika Anda adalah pebalap tercepat, dan Anda tampil dengan bagus dan lebih cepat dibanding pesaing, pada akhirnya Anda tidak perlu bergantung pada orang lain dan Anda akan bisa memenangi balapan,” lanjut dia.

Secara realistis, Marquez dan Dovizioso memiliki peluang terbesar untuk bisa terus bersaing dalam memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2017 di tiga seri tersisa; Phillip Island, Australia, kemudian Sepang, Malaysia, dan Ricardo Tormo, Valencia.