Connect with us

Daerah

BNN Musnahkan 191 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi

Published

on

BNN beserta Gubernur memusnahkan barang bukti Narkoba di lapangan merdeka (foto : Analisadaily.com)

Medan-Geosiar, Sebanyak 191 Kg Sabu, ganja seberat 520 kilogram, dan 43.450 butir ekstasi dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara siang tadi. Pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan hasil tangkapan di wilayah provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Pemusnahan dipimpin langsung oleh kepala BNN, Komjen Budi Waseso. Buwas didampingi oleh Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.

“Kita memusnahkan hasil dari operasi gabungan kita. Bahwa yang terpampang lebih kurang 191 kilogram sabu. Ini produksi dari Cina,” kata Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (19/10) dilansir dari Analisadaily.com.

Sementara sebanyak 520 kilogram ganja yang dimusnahkan merupakan hasil sitaan dari Aceh. Menurut Buwas, TNI juga berperan dalam penyitaan ganja dari Aceh tersebut. Ganja yang berhasil diamankan oleh TNI yaitu sebanyak 20 Kilogram. “Ini satu wujud bukti, kita semua peduli karena ini menyangkut ancaman generasi bangsa,” jelasnya.

Buwas menerangkan bahwa Aceh memang merupakan produksi terbesar ganja. Tapi menurutnya sekarang sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Papua, Sumut, Sulawesi, Jakarta, dan Bogor.

Sedangkan ekstasi yang dimusnahkan BNN di Lapangan Merdeka tersebut umumnya berasal dari Amsterdam, Belanda.

“Kalau ekstasi yang kita dapatkan dan ini produk dari Amsterdam, Belanda. Ini seperti yang kita temukan persis dari 1.2 juta butir pil ekstasi yang lalu. 43 ribu ekstasi diamankan, kita sudah menyelamatkan 43 generasi,” ungkapnya.

Budi Waseso mengakui bahwa penyalahgunaan narkotika semakin luas sehingga diperlukan peran dari pemerintah daerah dalam memberantasnya. Terutama peredaran narkotika di tempat hiburan malam.

“Hampir setiap tempat hiburan malam itu pasti ada peredaran narkotika. Makanya ini komitmen dari pemerintah daerah dan aparatur negara yang ada di daerah termasuk juga masyarakat. Kalau tidak dilakukan maka akan berkembang bebas. Penyalahgunaan semakin besar,” tegasnya.