Connect with us

Daerah

Respon Risma soal penemuan Jenglot di Surabaya

Published

on

Sosok jenglot yang ditemukan di Surabaya (foto: detik)

Surabaya-GeoSiar.com, Penemuan Jenglot di Pantai Watu-watu, Kecamatan Bulak membuat warga Surabaya heboh. Jenglot tersebut diduga dibuang pemiliknya di Pantai Watu-watu pada Senin (16/10) sore sekitar pukul 17.00 Wib, lalu diamankan anggota trantib Kecamatan Bulak usai mendapat laporan pengunjung. Demi menghindari keresahan, jenglot disimpan oleh Satpol PP di ruang Kasi Trantib Kecamatan Bulak.

Atas penemuan benda yang dianggap gaib tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta jenglot itu tidak lama-lama ‘menginap’ di Kantor Kecamatan Bulak.

“Beliau menanyakan kabar yang menggegerkan ini. Bu Wali minta secepatnya dibuang,” kata Camat Bulak Suprayitno dilansir dari Detik.com.

Camat Bulak yang akrab disapa Prayit menjelaskan bahwa pihaknya telah memberi waktu sepekan agar orang yang merasa sebagai pemilik Jenglot datang mengambilnya. Prayit pun mengaku bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan tokoh mayarakat dan ulama untuk segera membuang jenglot tersebut ke laut.

Sosok Jenglot yang ditemukan di Pantai Watu-watu, Surabaya, cukup menyeramkan. Benda seperti mayat kering berukuran mini itu berambut panjang hingga menyentuh kaki.

Jenglot itu berukuran tinggi 40 Cm. Mahluk yang selalu dikaitkan dengan mistis dunia hitam itu ditemukan beserta kotak dan kain putih di Pantai Watu-watu, Kecamatan Bulak Surabaya.

Jenglot itu dalam posisi kedua tangannya sedekap menyilang di dada. 5 Jemarinya terlihat kuku panjang dan runcing. Demikian kuku kedua kakinya. Jenglot itu hanya memiliki 2 gigi taring. Badan sang jenglot itu dalam kondisi mengering dan berwarna cokelat dan menghitam. Pada bagian wajah sudah rusak dan seperti terbakar.

Rambutnya warna cokelat keemasan, panjang hampir sekaki. Belum diketahui keaslian jenglot itu. Masyarakat meyakini jenglot sengaja dibuang setelah tidak dipakai lagi oleh pemiliknya.