Connect with us

Dunia

Gubernur California Tanda Tangani Pengakuan LGBT Secara Tertulis

Published

on

Gubernur California Jerry Brown resmi setujui Undang-undang Pengakuan Gender

California-GeoSiar.com, Mulai tahun 2019,  penduduk negara bagian California, Amerika Serikat (AS) rencananya boleh mencantumkan non-biner (nonbinary) sebagai preferensi gender mereka.

Non-biner adalah istilah yang lazim digunakan untuk mereka yang tidak menganggap dirinya baik sebagai perempuan maupun laki-laki.

Sebagai warga negara California, seluruhnya diperkenankan bagi pemerintah untuk tidak memilih baik laki-laki maupun perempuan dalam kolom jenis kelamin mereka.

Hal itu mungkin dilakukan setelah Gubernur California Jerry Brown resmi menandatangani Undang-undang Pengakuan Gender atau Senat Bill 179, yang mengatur kebebasan pilihan jenis kelamin tersebut.

Dengan ditandatanganinya undang-undang tersebut, warga California bisa mencantumkan jenis kelamin non-biner itu dalam dokumen resmi mereka, seperti sertifikat kelahiran maupun surat izin mengemudi.

Walaupun sudah ditandatangani, namun aturan ini tidak langsung berlaku untuk tahun ini melainkan baru akan resmi diaplikasikan untuk tahun 2019.

California sendiri bukan negara bagian pertama yang memberi pilihan ketiga untuk status jenis kelamin warganya.

Pada Juli 2017, negara bagian Oregon sudah lebih dulu mengizinkan pencantuman huruf ‘X’ untuk warganya yang tak ingin disebut sebagai laki-laki (M/Male) maupun perempuan (F/Female).

Namun, California menjadi yang pertama mengesahkan persoalan ini dalam sebuah undang-undang.

“Saya perlu berterima kasih pada Gubernur Brown karena mau memahami bagaimana sulitnya bagi kaum transgender, non-biner dan interseks saat ingin membuat kartu identitas,” ujar anggota senat dari partai Demokrat, Toni Atkins seperti dilansir dari kompas.com.

Adanya undang-undang ini juga menjadi bentuk dukungan California kepada komunitas LGBT, terutama transgender. Ternyata tidak hanya negara California yang mendukung LGBT, sebelumnya sudah ada beberapa negara yang menerima dan terbuka terhadap LGBT yaitu Australia, Kanada, Selandia Baru, Pakistan dan Nepal.

Seiring berjalannya waktu, jumlah negara yang mendukung legalitas identitas non-biner ini semakin bertambah, baik yang telah meresmikan maupun dalam proses.

Dunia

Baku Tembak di NYC, 6 Orang Tewas Termasuk Polisi

Published

on

Ilustrasi pihak kepolisian New York.

Geosiar.com, New York – Penembakan brutal kembali terjadi di pinggiran New York City, Amerika Serikat pada Selasa (10/12/2019) siang waktu setempat. Akibatnya, enam orang dilaporkan meninggal dunia termasuk seorang polisi dan dua tersangka.

“Para petugas kami ditembaki selama berjam-jam,” ujar Kepala Kepolisian Jersey City, Michael Kelly, seperti dilansir dari AFP, Rabu (11/12/2019).

Selain polisi dan tersangka, tiga warga sipil juga tewas dalam insiden penembakan yang dimulai di sebuah pemakaman dan berakhir di sebuah toko itu. Namun, Kelly mengatakan pihaknya masih belum mengetahui motif dari penembakan. Lima dari enam orang yang tewas, ditemukan dalam sebuah toko.

“Kami yakin bahwa dua orang di antara mereka adalah penjahat sedangkan tiga orang lainnya adalah warga sipil,” lanjutnya.

Lebih jauh, Kelly menceritakan kronologi penembakan. Ia menyebut gerakan kedua tersangka sangat cepat dan terus-menerus selama empat jam. Ratusan polisi dari New Jersey dan New York, termasuk para polisi taktis bersenjatakan senapan serbu, diturunkan untuk meredam para pelaku.

Media setempat menjelaskan insiden penembakan bermula saat seorang polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan, mendekati para tersangka di pemakaman. Polisi bernama Joseph Seals menjadi korban tewas pertama dalam insiden tersebut.

Continue Reading

Dunia

PM Malaysia Bakal Mundur Usai KTT APEC

Published

on

Anwar Ibrahim dan PM Malaysia Mahathir Mohamad. [Foto: AFP via Straitstimes.com]

Geosiar.com, Kuala Lumpur – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan bakal menyerahkan kekuasaan kepada penggantinya, Anwar Ibrahim, selepas konferensi tingkat tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada November mendatang.

“Saya berjanji akan mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada dia (red: Anwar). Saya pikir kesempatan secepatnya sebelum KTT APEC justru akan mengganggu,” tutur Mahathir kepada Reuters, seperti dilansir pada Rabu (11/12/2019).

Adapun alasan perdana menteri tertua di dunia itu mengundurkan diri usai KTT dikarenakan konferensi tersebut merupakan momen bersejarah baginya sebab akan menjadi pemimpin yang pertama kali di dunia menggelar KTT APEC sebanyak dua kali.

“Sejauh yang saya ketahui, saya mundur dan saya menyerahkan tongkat kepemimpinan kepadanya. Jika rakyat tidak menginginkannya, itu persoalan mereka, tetapi saya akan melakukan apa yang telah saya janjikan… terlepas dari tuduhan apapun yang muncul. Saya telah berjanji, saya akan menepatinya.” lanjutnya.

Sebelumnya, konflik antara Anwar dan Mahathir memang menjadi perhatian publik. Keduanya pernah menjadi kolega, yang kemudian menjadi rival pada pemilu lalu. Mahathir tak diperkirakan sebelumnya terpilih sebagai pemimpin pemerintahan koalisi Partai Keadilan Rakyat yang dipimpin Anwar, 72.

Oleh sebab itu, janji Mahathir untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar semakin diragukan setelah politikus senior itu mengatakan, dia membutuhkan waktu yang panjang untuk mengendalikan utang negara.

Continue Reading

Dunia

Uni Eropa Diminta Segera Akui Palestina

Published

on

Ilustrasi konflik Israel-Palestina yang semakin keruh. (Foto: REUTERS/Mohamad)

Geosiar.com, Luksemburg – Uni Eropa diminta untuk mengakui Palestina sebagai negara. Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Luksemburg Jean Asselborn, yang juga mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara.

Jean Asselborn mengimbau agar Uni Eropa segera menggelar diskusi yang bisa mendukung upaya solusi dua negara dan membahas konflik di Timur Tengah secara mendalam pada Januari mendatang. Hal itu tertuang dalam sebuah nota diplomatik Menteri Luar Negeri Luksemburg. Nota itu ditujukan kepada Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell.

“Uni Eropa harus terus mempromosikan dan mendukung konsensus yang mendukung solusi dua negara. Salah satu cara membantu menyelamatkan solusi ini adalah dengan menciptakan situasi yang lebih adil bagi kedua belah pihak. Saya percaya bahwa ini lah saatnya memulai debat dalam Uni Eropa tentang peluang pengakuan Negara Palestina oleh semua anggotanya,” demikian pernyataan Asselborn dalam nota tersebut, dilansir dari CNN, Senin (9/12/2019).

Selain itu, Asselborn juga mendorong kepada masing-masing negara Uni Eropa untuk memutuskan membangun hubungan bilateral dengan negara baru secara mandiri. Dalam notanya, dia benar-benar menginginkan Uni Eropa mendiskusikan masalah pengakuan terhadap Palestina dalam sebuah rapat khusus.

“Pengakuan Palestina sebagai negara bukan merupakan bantuan, atau cek kosong. Tetapi, itu pengakuan sederhana terhadap hak masyarakat Palestina terhadap negaranya sendiri, bukan sebuah langkah melawan Israel,” timpal Perwakilan Tinggi untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell, seperti dikutip AFP.

Sebagai informasi, Israel dan Amerika Serikat menentang keras pengakuan Palestina sebagai negara. Bahkan, AS belakangan ini terus menerapkan langkah kontroversial seperti mengakui secara sepihak bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel, sebuah langkah yang dinilai merusak proses damai. Uni Eropa dan sebagian anggotanya menentang keras langkah AS tersebut.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com