Connect with us

Dunia

Keberadaan ISIS di Raqqa Suriah akan berakhir

Published

on

Keadaan di Raqqa Suriah, ibukota ISIS

Medan-GeoSiar.com, Tentara Amerika Serikat kini tengah membantu pejuang-pejuang Suriah untuk mengusir ISIS dari ibukota ISIS di Raqa Suriah. Para Eksponen terakhir ISIS saat ini masih bertahan di sebuah kantong pertahanan terakhir mereka di Raqa. Ibukota ISIS itu kini di ambang jatuh sepenuhnya ke tangan pejuang koalisi Arab-Kurdi.

Raqqa identik dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) setelah mereka menjadikannya sebagai ibu kota ‘kekhalifahan Islam’ pada awal 2014. Raqqa dijadikan dijadikan sebagai ‘pusat pemerintahan’ dan ‘pusat kegiatan militer’.

Dilansir dari Antara, saat ini suara tembakan artileri terdengar dan kemudian terlihat asap tebal membumbung di atas kota yang sudah hancur binasa itu ketika serangan udara koalisi pimpinan AS membom posisi-posisi ISIS.

“Pasukan Demokratik Suriah (SDF) saat ini menghadapi pertempuran yang paling sengit,” kata Jihan Sheikh Ahmed, juru bicara operasi pendudukan Raqa dilansir dari Antara.

Pertempuran terakhir akan membuat tamat riwayat ISIS. “Pilihan mereka, menyerah atau mati.”

Hanya sekitar 300 petempur ISIS yang masih bertahan di kantong terakhirnya di Raqa. “Elemen-elemen ISIS yang bertahan di sana masih memberikan perlawanan,” kata Sheikh Ahmed seraya mengatakan pertempuran berpusat di daerah penuh ranjau dan berkubu-kubu.

SDF menyatakan fase terakhir pertempuran akan “mengakhiri keberadaan teroris-teroris bayaran asing di dalam kota itu”. “Pertempuran akan terus berlanjut sampai seluruh kota dibersihkan dari teroris-teroris yang menolak menyerah, termasuk teroris-teroris asing.”

Juru bicara SDF Talal Sello berkata kepada AFP bahwa Raqa sebenarnya sudah setengah kosong oleh penduduk sipil setelah 3.000 penduduk yang masih bertahan, meninggalkan kota itu Sabtu pekan lalu, sebagai bagian dari kesepakatan antara pejabat-pejabat lokal dengan para petempur ISIS.

“Hanya 250 sampai 300 teroris asing yang menolak kesepakatan itu dan memutuskan bertahan untuk bertempur sampai titik darah penghabisan di kota itu. Keluarga-keluarga mereka ikut bersama mereka,” kata dia.

Di bawah kesepakatan itu, 275 petempur ISIS asal Suriah dan keluarganya memutuskan menyerahkan diri kepada SDF.

Sehari setelah kesepakatan itu, juru bicara koalisi pimpinan AS Kolonel Ryan Dillon berkata kepada AFP, “Sekarang kesepakatan itu telah rampung dan SDF akan melanjutkan ofensifnya ke dalam kota itu. Saya pastikan serangan akan ditingkatkan.”

Sumber : Antara