Connect with us

Dunia

Spanyol Beri Waktu Lima Hari Bagi Catalonia Untuk Klarifikasi Kemerdekaan

Published

on

pemimpin Catalonia bersama rakyat sedang memegang bendera catalonia

Medan-GeoSiar.com, Pemerintah Spanyol kasih waktu lima hari kepada pemimpin Catalonia untuk mengklarifikasi posisinya mengenai benar tidaknya deklarasi kemerdekaan. Hal ini disampaikan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy pada Rabu waktu setempat.

Dalam Pidato di Parlemen Spanyol, Rajoy mengatakan bahwa Carles Puigdemont (pemimpin separatis Catalonia) punya waktu hingga Senin pukul 10.00 pagi waktu setempat “untuk mengungkapkan apakah dia telah mendeklarasikan kemerdekaan” sebelum menangguhkan otonomi Catalonia.

Sebelumnya Catalonia -sering disebut Catalunya- telah melakukan referendum dan pemungutan suara terkait kemerdekaan wilayah tersebut atas Spanyol. Parlemen Catalonia pun diberitakan akan menampung seluruh aspirasi rakyat Catalonia untuk memisahkan dari Spanyol.

Puigdemont mengumumkan di parlemen Catalunya pada Selasa bahwa ia menerima mandat agar “Catalunya menjadi negara merdeka” menyusul referendum kemerdekaan. Akan tetapi dalam pidato parlemen selanjutnya Puigdemont menyeru penundaan deklarasi kemerdekaan guna memungkinkan perundingan dengan Madrid.

“Sangat penting bagi Tuan Puigdemont untuk mengklarifikasi kepada rakyat Spanyol lainnya apakah dia kemarin mendeklarasikan kemerdekaan atau tidak,” imbuh Rajoy dilansir dari Antara.

Jika Puigdemont mengonfirmasi bahwa Catalunya telah memisahkan diri dari Spanyol, pemerintah pusat akan memberi ia waktu tambahan lima hari hingga 19 Oktober pukul 10.00 pagi untuk berpikir ulang sebelum Madrid menangguhkan otonomi Catalunya, tambah Rajoy sebagaimana dikutip AFP.

Kemerdekaan Catalonia atas Spanyol memang mendapat perhatian dunia Internasional, Khususnya negara Uni-Eropa. Sebelumnya Kanselir Jerman Angelia Merker menyarankan persatuan antar kedua pihak. Hal serupa juga disampaikan pemerintah Prancis. Diberitakan Prancis tidak akan pernah mengakui Catalonia sebagai negara jika memaksa untuk merdeka. Dengan melakukan hal itu mengarah kepada keluarnya Catalonia secara otomatis dari Uni Eropa, katanya.