Connect with us

Sumut

Si Jago Merah Lalap 3 Ruko di Jalan Bogor Medan

Published

on

Kebakaran di sebuah Rumah toko (ruko) berlantai tiga di Jalan Bogor pada Kamis (12/10/2017)

Medan-GeoSiar.com, Kebakaran kembali terjadi di sebuah Rumah toko (ruko) berlantai tiga di Jalan Bogor pada Kamis (12/10/2017).

Asap hitam yang mengepul ini keluar dari rumah toko yang diketahui menjual bahan-bahan bangunan. Pada saat kebakaran terjadi, pemilik toko Hidup Bahagia dikabarkan sedang berada di lantai dua dan terjebak api.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran, tetapi bahan bangunan yang berada di dalam toko menjadi pemicu utama besarnya kobaran api yang melahap dari lantai 1 hingga ke lantai 3.

“Api segera muncul dan asap mengepul di atasnya. Kami juga kurang tahu apa penyebabnya, makanya langsung ke sini” ujar Gindo, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Didalam ruko terdapat cairan tinner yang menjadi penyebab besarnya kobaran api dan menghanguskan berbagai bahan bangunan yang teradapat di dalamnya.

Tidak lama setelah kebakaran, lima armada mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Semprotan air pemadam kebakaran semakin menambah kepulan asap hitam di didalam ruko yang melahap bangunan hingga ke lantai 3.

Warga yang berada di lokasi kejadian histeris berteriak melihat kondisi api yang tak kunjung padam. Mereka khawatir jika api bisa merembes ke ruko yang lainnya karena posisi dari ruko yang satu ke ruko yang lain tidak memiliki jarak sedikitpun.

Tidak lama setelah kejadian, pemadam kebakaran berhasil mengeluarkan seorang korban dari dalam gedung. Pria yang terjebak di dalam gedung saat api berkobar diketahui terluka parah karena terpanggang api dan mengalami sesak napas.

Korban yang merupakan pemilik toko, Albert Sudidjo saat ini kritis dan berhasil dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat yaitu rumah sakit Permata Bunda untuk mendapatkan penanganan medis.

Tidak berhenti sampai disitu, kemacetan juga sempat terjadi karena banyaknya warga yang sedang melintas menyempatkan untuk berhenti menyaksikan kebakaran tersebut.