Connect with us

Dunia

Tak Hanya Catalonia, Basque Pun Ingin Merdeka Dari Spanyol

Published

on

Medan-GeoSiar.com, Setelah Catalonia melakukan referendum dan melakukan pemungutan suara untuk merdeka dari pemerintahan Spanyol. Basque yang juga salah satu daerah otonomi di Spanyol pun ikut-ikutan. Selain mendukung gerakan kemerdekaan Catalonia dengan ikut turun ke jalan, rakyat Basque juga menyerukan kemerdekaan atas wilayah mereka dari pemerintahan Spanyol.

Etnis Basque memang dikenal berbeda dengan orang-orang Spanyol pada umumnya. Mereka mempunyai etnis, budaya dan bahasa yang berbeda dengan Spanyol pada umumnya. Warga Basque mayoritas bermukim di sebelah timur laut Spanyol, dekat perbatasan Perancis.

“Saya menginginkan kemerdekaan seperti yang diminta Catalunya sekarang. Kami ingin menyebut diri kami bangsa Basque. Kami bukan Spanyol, meskipun KTP kami Spanyol,” kata seorang warga Basque kepada Euronews.

Ketidaksukaan rakyat Basque kepada Spanyol bermula ketika Jenderal Franco mengambil alih kekuasaan Spanyol tahun 1939. Gaya pemerintahan Franco yang diktaktor, termasuk kebijakannya yang melarang penggunaan bahasa lain selain Spanyol semakin menambah nasionalisme Basque untuk merdeka dari Spanyol. Lalu meletuslah konflik Basque pada 1959 yang tercatat dalam sejarah sebagai perlawanan bersenjata terpanjang dan paling berdarah yang harus dihadapi pemerintah Spanyol.

Basque kemudian memperoleh otonomi khusus berdasarkan Konstitusi Spanyol 1978 yang meliputi provinsi Alava, Vizcaya, dan Guipuzcoa.  Namun gerakan-gerakan kemerdekaan Basque tetap ada. Hal ini karena pemerintah Spanyol tidak memberikan pengampunan kepada pejuang-pejuang Basque yang ditahan oleh tentara Spanyol.

Issu kemerdekaan Basque sempat meredam setelah mantan sekjen PBB Kofi Annan melakukan kunjungan ke daerah ini di tahun 2011. Pejuang kemerdekaan Basque sepakat untuk tidak melakukan kekerasan. sedangkan pemerintah Spanyol dan Prancis yang juga terdapat etnis Basque mengadakan perundingan untuk melahirkan perdamaian.

Issu kemerdekaan Basque saat ini lebih kepada permasalahan ekonomi. Krisis ekonomi Eropa mengakibatkan tingginya angka pengangguran di Spanyol. Rakyat Basque menganggap pemerintahan Spanyol di Madrid tidak becus mengatur permasalahan di Spanyol.

Kini setelah Catalonia menyerukan kemerdekaan terhadap Spanyol, Basque pun menyuarakan hal yang sama.