Connect with us

Nasional

Selain Jawa Barat, Ini Dia Provinsi Yang Rawan Konflik Pilkada Menurut Kapolri

Published

on

Medan-GeoSiar.com, Pilkada Serentak tahun 2018 mendatang menjadi perhatian khusus bagi Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian. Pasalnya, pilkada serentak 2018 akan lebih besar dibandingkan pilkada serentak sebelumnya. Dijadwalkan akan ada 171 daerah di Indonesia yang akan menggelar pilkada serentak. 7 diantaranya ada di tingkat Provinsi.Tanggal pencoblosan telah ditetapkan oleh KPU, yaitu tanggal 27 Juni 2018.

Menurut Tito, di pilkada 2018 mendatang terdapat daerah-daerah yang mendapat perhatian khusus. Jawa Barat merupakan provinsi yang paling rawan konflk. alasannya daerah ini merupakan daerah yang memiliki jumlah penduduk yang besar. “Ini lumbung (suara) terbesar,” ujar Tito seusai “Apel Kepala Satuan Wilayah 2017” di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 9 Oktober 2017 yang dilansir dari tempo.co.

Tito mengakui, dengan jumlah penduduk yang begitu besar di jawa barat, maka potensi gesekan konflik akan semakin membesar jika tidak diredam dan di kelola sejak awal.

Selain Jawa Barat, Papua dan Kalimantan Barat juga merupakan daerah yang rawan konflik pilkada. Potensi konflik di Papua dan Kalimantan Barat biasanya dipicu oleh permasalahan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA).

Oleh karena itu, Kapolri telah menyarankan anggotanya untuk mengawal Pilkada serentak, dengan melakukan pencegahan terhadap potensi-potensi konflik yang dapat membesar.“Semua kami rapatkan untuk melakukan langkah antisipasi karena perlu waktu. Masih ada delapan bulan pilkada ini,” ujarnya. selain itu Kapolri siap untuk mencopot kepala satuan wilayah yang tidak melaksanakan arahan untuk mencegah konflik dan gangguan keamanan selama pilkada.

Sementara itu, Presiden Joko widodo sebelumnya telah mengintruksikan kepada kepolisian untuk memetakan potensi rawan konflik. Selain itu mendorong kerjasama yang erat antara Polri dan TNI dalam menjaga keamanan di Pilkada 2018 hingga Pilpres 2019 mendatang.