Connect with us

Nasional

4 Abdi Nyata Polisi Untuk Masyarakat, yang Ke 4 luar biasa!

Published

on

Medan-GeoSiar.com, Persepsi masyarakat terhadap petugas kepolisian tentunya berbeda-beda, ada yang positif tetapi ada juga yang negatif.

Jika diamati, deskripsi yang kerap timbul dalam benak masyarakat tentang polisi dan segala sesuatu yang melekat dengannya tentunya tak pernah jauh dari kesan negatif.

Bahkan, menurut anekdot yang tak asing didalam masyarakat polisi jujur di Indonesia cuma tiga, yaitu yang pertama Patung polisi, kedua Polisi Tidur yang merupakan gundakan di jalan untuk menghalangi laju kendaraan dan ketiga Jenderal Polisi Hoegeng, mantan Kapolri.

Anekdot ini sudah sering kita dengar akibat rusaknya citra Kepolisian RI di tengah masyarakat. Tentu saja kehilangan kepercayaan rakyat kepada institusi Kepolisian akibat ulah dan sikap para  polisi juga. Akibatnya, tentu saja masyarakat tidak percaya. Walaupun pada kenyataannya jika tanpa polisi rakyat juga tidak berdaya.

Stigma negatif tentang beberapa oknum polisi yang kerap memberatkan masyarakat, terkhusus bagi pengguna jalan raya yang sering menjadi santapan lemah oknum tertentu sering sekali menjadi bias untuk status yang disandang oleh seorang polisi.

Hal itu diakibatkan karena ada beberapa oknum yang mencoba memanfaatkan berbagai situasi untuk meraup keuntungan semata dengan dalih menegakkan ketertiban berlalulintas raya. Beberapa oknum juga berusaha memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan demi kepentingan semata.

Walaupun stigma negatif seakan menjadi atribut yang sulit dilepaskan dari diri seorang polisi, ternyata masih ada beberapa yang mampu menangkal bias yang beredar. Berikut beberapa daftar polisi yang mampu melayani dengan sepenuh hati di dalam masyarakat:

1. Bripka Wahyu Mulyawan

Bripka Wahyu Mulyawan merupakan seorang pemuda yang kini berusia 34 tahun, yang diketahui memilik sikap solidaritas yang tinggi.

Ia beberapa kali mengangkat sayur mayur dari becak barang yang silih berganti datang ke gudang sayur yang terletak di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.

Mengenakan seragam cokelat khas polisi, ia membantu para petani untuk mengangkut sayuran tanpa memperhatikan status yang telah disandangnya.Kerendahan hati dan semangatnya patut diacungi jempol.

Belakangan ini, diketahui bahwa  para petani sayuran juga dibina oleh seorang personel polisi yang bertugas di Bhabinkamtibmas Polsek Labuhan Deli dan baru saja mendapat penghargaan dari Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Gudang tempat penyimpanan sayur mayur tersebut juga merupakan buah karya dari Bripka Wahyu untuk membantu para petani untuk menyalurkan hasil pertaniannya dengan harga pasaran.

Sayuran hasil pertanian para petani ini disalurkan ke berbagai penjuru pasar di Kota Medan dan sekitarnya.

2. Bripka Sujatmiko Try Mardiantorra

Bripka Sujatmiko Try Mardiantorra merupakan seorang anggota polisi yang bertugas di Polda Kalimantan Tengah dengan sejuta aktivitas sosialnya.

Pria kelahiran Sampit, 28 September 1980 ini selalu melaksanakan kegiatan sosialnya di dalam masyarakat sebagai wujud kesadaran dirinya sebagai seseorang polisi yang bertugas memberikan perlindungan dan rasa aman di tengah masyarakat.

Polisi yang berwajah tampan ini juga bergabung di Komunitas Rumah Baca Bahijau dan Relawan Seribu Guru.

Disela waktu luangnya, ia selalu mengunjungi anak-anak yang berada di pedalaman Kalteng dan siap membacakan dongeng serta memberikan motivasi kepada mereka agar menjadi generasi bangsa yang baik seperti yang diharapkan oleh negara.

Saat ini, polisi yang akrab disapa Torra menjadi motivator dalam beberapa acara seminar yang diadakan di daerah tersebut dan kerap menginspirasi kaum muda yang masih berstatus pelajar di daerah Kalteng.
3. Brigadir Kepala (Bripka) Seladi

Brigadir Kepala (Bripka) Seladi merupakan seorang anggota Satlantas Polres Malang Kota, Jawa Timur.Ia bekerja sambilan sebagai pemulung disela pekerjaan utamanya sebagai seorang polisi untuk menambah penghasilan.

Hal ini berawal ketika ia melihat bahwa ada banyak sampah yang berserakan di Polres. Ia kemudian mengambil inisiatif untuk membersihkannya dan membawanya ke tukang sampah, ternyata laku dijual. maka, ia mulai menjualnya setiap hari.

Berawal dari hal itu, ia selalu memanfaatkan waktu luangnya di malam hari untuk mencari sampah bekas berkeliling kota.

Polisi yang mendapat penghargaan karena kejujurannya itu juga selalu memberikan santunan kepada pemulung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lowok Doro, Kota Malang.

Santunan yang diberikan itu berasal dari uang yang diperolehnya dari Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) dan Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo.

Seladi mengaku mendapat Rp 4,2 juta per bulan dari kedua anggota parlemen tersebut. Uang tersebut lantas dibagi-bagi ke sejumlah pemulung yang bermukim di daerahnya.

4. Ipda Morasati Hasibuan
Sosok Ipda Morasati Hasibuan merupakan salah satu contoh nyata seorang polisi yang murni berbaki dalam mengabdikan diri bagi masyarakat. Pria kelahiran 1967 ini berbeda dari kebanyakan polisi lainnya.

Di tengah kepadatan lalulintas persimpangan Jl SM Raja simpang Jl Tritura, ia yang masih berseragam polisi lengkap menggunakan pacul untuk memperbaiki jalan yang rusak.

Ditengah pembangunan jalan yang menjadi proyek pemerintah, pria yang tinggal di Jl Masjid, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur ini melihat ada galian proyek yang membuat pengendara susah melintas dan menimbulkan kemacetan.

Lantas ia yang saat itu bertugas sebagai polisi lalulintas, segera mengambil langkah untuk memperbaikinya sendiri agar tidak menghalangi bagi para pengendara. Inisiatif yang dimilikinya seharusnya bersinar didalam diri orang yang menyaksikan aksi kecilnya.

Pria yang kini menjabat sebagai Kanit Lalulintas Polsek Patumbak ini tahu bagaimana menjalankan tugas dengan baik dan mengabdi pada negara ini.

Ia tetap mengabdi walaupun Wajahnya memerah terpapar sinar matahari.