Connect with us

Dunia

Lagu Batak ‘Sigulempong’ Semarakkan Festival Budaya Internasional Di Nairobi

Published

on

Nairobi,GeoSiar.com

Lagu daerah asal Batak “Sigulempong” dengan apik dibawakan oleh paduan suara dalam acara pembukaan festival budaya di Nairobi, Sabtu (13/5) lalu.
Penampilan paduan suara yang terdiri dari gabungan ibu-ibu Dharma Wanita KBRI Nairobi dan mahasiswi Kenya tersebut mendapatkan sambutan meriah dari para pengunjung.

Di samping lagu daerah Batak, paduan suara juga menampilkan lagu Kenya “Jambo” dan “Malaika” dengan iringan alat musik Angklung. Tari Cendrawasih dari Bali turut pula ditampilkan pada festival yang dilaksanakan di halaman Musium Nasional Kenya tersebut.

Bertindak sebagai konduktor paduan suara adalah Theophillus F. Waluyo, Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Nairobi.

Festival budaya internasional ini merupakan kegiatan kelima yang diselenggarakan oleh Musium Nasional Kenya bekerjasama dengan kedutaan-kedutaan asing di Nairobi.
“Setiap tahun, Kedutaan Besar RI Nairobi terus berpartisipasi pada festival internasional ini, sejak pertama diselenggarakan pada tahun 2013,” demikian papar Soehardjono Sastromiharjo, Duta Besar RI di Nairobi.

Indonesia, jelas Dubes Soehardjono, terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dengan ratusan suku bangsa dan bahasa daerah.

“Alat musik dari bambu Angklung dan lagu Sigulempong merupakan bagian dari seni budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah aneka ragam suku bangsa di Indonesia,” lanjutnya pada sambutan pembukaan festival sebagaimana rilis KBRI Nairobi yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu (17/5).

Stan pameran Indonesia menampilkan kuliner sate ayam, dadar gulung, lapis Surabaya dan onde-onde. Dipromosikan pula, berbagai produk asal Indonesia seperti pakaian batik dan sepatu. Salah satu produk mie instan terkenal asal Indonesia juga turut mempromosikan produknya di stan Indonesia.

Festival diikuti oleh 14 stan yang terdiri dari berbagai kedutaan asing dari kawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin. Berbagai seni budaya turut ditampilkan pada kesempatan tersebut. Misalnya, stan pameran Meksiko menampilkan tarian dan lagu-lagu Amerika Latin. Cina, Somalia, Nigeria dan Kenya menampilkan tarian daerah masing-masing.(rm/gs)