Connect with us

Nasional

Malam Budaya Warnai Rakernas Partai Demokrat #SBY : Apapun Yang Disukai Rakyat Harus Dipahami Kader

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono memberikan arahan singkat dalam “Malam Budaya Nusantara bersama Partai Demokrat” di panggung terbuka Hotel Lombok Garden, Mataram, Minggu malam

Mataram,GeoSiar.com

Malam Budaya Bersama Partai Demokrat, bagian dari rangkaian Rapat kerja Nasional (Rakernas), digelar di halaman Hotel Lombok Garden, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Minggu malam (7/5). Malam budaya ini bernuansa Nusantara bahkan para kader utama Partai Demokrat diwajibkan memakai baju khas dari daerahnya masing masing.
Pagelaran “Malam Budaya Bersama Partai Demokrat” menampilkan kebudayaan gandrung, kesenian perisaian, dan gendang beleq dari NTB. Ada pula cerita Mak Yong dari Kepulauan Riau dan nyanyian vokal group dari Manado, Sulawesi Utara.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang tampil dengan mengenakan pakaian khas Suku Sasak menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Provinsi NTB sebagai tuan rumah rakernas. Suatu hal yang sangat jarang terjadi.

“Pak SBY dan Ibu Ani, matur tampiasih (terima kasih). Bagi kami menjadi tuan rumah adalah satu kehormatan, yang bagi saya sebagai Ketua DPD, setiap kehormatan tentu ada tanggung jawab dan dipertanggungjawabkan,” ujar TGB.

TGB juga mengapresiasi rangkaian acara yang digelar Partai Demokrat selama hari ini. Menurut TGB, sambutan warga NTB, terutama di Kota Mataram menuai tanggapan positif. Rangkaian acara yang digelar Partai Demokrat juga menyampaikan kegundahan warga saat ini, yakni persoalan maraknya penyebaran hoax.
“Kegundahan tidak hanya di Jakarta. Media komunikasi sudah sangat terbuka maka ketegangan termasuk hoax dan fitnah juga sangat meresahkan kami di NTB,” ungkap TGB.

Dalam acara malam budaya bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat SBY menjelaskan bagaimana bangsa ini bisa mencapai  Indonesia Emas 2045.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Sekjen Hinca IP Pandjaitan serta pengurus DPP-PD, Ketua dan Sekretaris DPD dan DPC seluruh Indonesia, Anggota Fraksi DPR-RI, DPRD Provinsi, Pengurus DPD PD Sumut diantaranya Ketua DPD PD Sumut JR Saragih, Wakil Bendahara PD Demokrat Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM, serta pengurus lainnya, DPRD Kabupaten/Kota dari Fraksi Partai Demokrat seluruh Indonesia.

Seni Mak Yong

Pertunjukan Mak Yong itu memang bukan pertunjukan kesenian biasa. Kedua pemerannya, dalam suasana penuh humor, tengah bercerita tentang situasi Indonesia terkini.

Hal itulah yang ditangkap Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam “Malam Budaya Nusantara bersama Partai Demokrat” di panggung terbuka Hotel Lombok Garden, Mataram, Minggu malam (7/5/2017).
Dan, Presiden RI ke-6 (2004-2014) SBY didampingi Ibu Negara RI ke-6 Ani Yudhoyono menyampaikan pesan singkat tapi dahsyat kepada kader. SBY menyampaikan pesan bagaimana strategi memenangkan kompetisi politik, ketika didaulat memberi arahan pada kader seusai pertunjukan Mak Yong tersebut.

“Pertunjukan Mak Yong tadi memberikan inspirasi pada kita, untuk memenangkan pilkada, pileg, dan pilpres. Kita harus melakukan pendekatan yang disukai rakyat. Melakukan hal-hal yang memang dikenal dekat oleh rakyat. Bisa saja pendekatan itu berupa pertunjukan kesenian seperti Mak Yong atau ketoprak humor. Bisa juga melalui pendekatan olah raga yang disenangi rakyat,” demikian Mantan Kepala Negara tersebut mengawali pesan singkatnya.

SBY kemudian menjelaskan, apa pun yang  disukai rakyat harus dipahami para kader. Sebab kalau rakyat suka, rakyat pasti menyapa kita. Kalau rakyat mendukung maka kita akan berhasil.
“Nah, kalau sudah berhasil ingatlah bahwa kita berasal dari rakyat dan harus kembali ke rakyat,” SBY memungkasi arahannya.

Senada dengan SBY, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Dr Hinca Pandjaitan kerap mengatakan, bahwa politik adalah seni. Mereka yang berpolitik mestilah memililki jiwa seni yang tinggi. Jadi berpolitiklah dengan rasa seni dan sastra yang tinggi. Baik melalui tulisan atau orasi serta medium medium lain yang menghentakkan.

Tentu kedua tokoh Partai Demokrat itu sedang sangat serius. Pertunjukan Mak Yong yang dimainkan kader utama Demokrat, pasangan suami-istri Husnizar Hood dan Peppy Chandra. Husnizar wakil rakyat di Provinsi Kepulauan Riau dan Peppy wakil rakyat Kota Tanjungpinang. Mereka beradu peran menampilkan komedi satire bercitarasa tinggi. Dalam sebuah adegan, pemeran Ratu Mak Yong (diperankan Peppy) meminta kepada Awang (diperankan Husnizar) agar menyebutkan lima nama ikan. Jika berhasil Awang mendapat sepeda. Tetapi ketika mampu menjawab kelimanya, Awang meminta mobil Esemka. Sebuah pertunjukan yang menggambarkan isu-isu politik aktual.

Adegan demi adegan itulah yang membuat hadirin kerap tertawa geli. Di antara hadirin adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur NTB Zainul Mazdi atau Tuan Guru Bajang, Ketua FPD DPR-RI Edhie Baskoro Yudhoyono serta para Petinggi DPP-PD.
Tentu saja Malam Budaya Nusantara bersama Partai Demokrat juga menampilkan beragam pertunjukan kesenian Nusantara lainnya. Pertunjukan kesenian yang menandakan Demokrat berpolitik penuh seni untuk memenangkan kompetisi politik.(PD/PU geosiar.com Hendrik Sitompul)

Keterangan gambar : Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono memberikan arahan singkat dalam “Malam Budaya Nusantara bersama Partai Demokrat” di panggung terbuka Hotel Lombok Garden, Mataram, Minggu malam. (ist/dok)